Dalam tulisannya di kolom PERSONA pada koran KOMPAS, Minggu, 16 Maret 2014, Jean Couteau menyakatan di awal kalimatnya bahwa terkadang sulit untuk tidak mempunyai prasangka etnis atau rasial. Saya sependapat dengan pernyataan beliau mengenai fakta tersebut. Memang sangat sulit untuk tidak mempunyai prasangka mengenai etnis atau ras seseorang. Bahkan terkadang ada beberapa orang yang tak segan-segan menanyakan asal seseorang untuk menentukan rasnya, misalnya dengan melontarkan pertanyaan “Kamu berasal dari mana?” atau “Kamu orang mana sih?” Secara tidak langsung pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membawa kita untuk berprasangka mengenai etnis atau rasialnya. Sebagai contoh, apabila ada orang yang berperilaku lemah lembut dan bertutur kata dengan halus, orang lain akan menggambarkan orang yang berperilaku lemah lembut dan bertutur kata dengan halus itu sebagai orang Jawa. Hal itu disebabkan karena sebagian besar orang berpendapat bahwa orang yang memiliki etnis atau ras Jawa adalah orang yang lemah lembut serta bertutur kata halus. Tak hanya tergantung pada perilaku orang yang disangkakan etnis atau rasnya, kita juga akan berprasangka mengenai etnis atau ras seseorang melalui fisiknya. Seumpama ada orang yang bermata sipit dan berkulit putih, kita akan secara otomatis mengatakan mereka sebagai orang Cina atau Chinese.
Pertanyaannya adalah dari mana kita tahu bahwa orang yang memiliki ras atau etnis Jawa begini dan orang yang memiliki ras atau etnis Padang begitu? Kita bisa mengetahui ciri-ciri orang Jawa atau Padang atau Batak seperti apa adalah dengan mengamati atau bertanya kepada orang yang lebih tua atau yang lebih berpengalaman. Kita bisa mengamati orang-orang terdekat kita yang memiliki etnis yang sama. Jadi, ketika kita menemui perilaku-perilaku atau sifat-sifat yang serupa dari orang yang beretnis Jawa 1 dan orang yang beretnis Jawa 2, secara sadar atau tidak sadar kita akan menarik kesimpulan dengan, paling tidak, kalimat seperti ini: “Oh, orang Jawa begitu toh.” Atau bisa juga dengan mengamati kebiasaan-kebiasaan atau sifat-sifat orang yang beretnis berbeda. Misalnya, kita mengamati orang yang beretnis Padang dan Sunda. Dengan mengamati kebiasaan mereka, paling tidak kita akan tahu perbedaan orang yang beretnis Padang dan Sunda.
Kesimpulannya adalah perilaku-perilaku, tutur kata atau kebiasaan-kebiasaan yang kita tunjukkan pada orang lain dapat membuat orang lain berprasangka mengenai etnis atau ras kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar