Selain telaganya yang indah, obyek wisata Dieng juga
mempunyai beberapa bangunan candi yang menurut prasasti candi-candi tersebut dibangun
pada abad ke-7. Inilah candi-candi Hindu tersebut.
·
Candi Gatotkaca
Tinggi batur
Candi Gatotkaca sekitar 1 meter dan dibuat bersusun dua dengan bentuk dasarnya
adalah bujur sangkar. Pintu masuk candi ini terdapat di sisi barat dan
dilengkapi dengan bilik penampil yang melindungi anak tangga di batur. Sepintas
candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat karena bentuk atapnya yang
dibuat sama dengan bentuk tubuh candinya. Karena puncak atapnya yang sudah
hancur, bentuk asli dari candi ini tidak terlihat lagi. Di keempat sisi atap
candi terdapat relung kecil seperti tempat menaruh arca. Dan tidak jauh di luar
kaki candi terdapat batu yang disusun berkeliling memagari kaki candi.
·
Candi Bima
Candi Bima
terletak di atas bukit. Candi ini merupakan bangunan candi terbesar di antara
candi-candi yang ada di Dieng. Bentuknya juga berbeda dari candi-candi pada
umumnya. Kaki candinya memiliki bentuk dasar bujur sangkar dan di setiap sisi
candi terdapat penampil yang agak menonjol keluar. Hal itu membuat bentuk dasar
Candi Bima seolah-olah berbentuk segi delapan. Bentuk atap candi ini terdiri
atas 5 tingkat yang masing-masing tingkat bentuknya mengikuti lekuk bentuk
tubuhnya.dan bentuk tingkatnya makin ke atas makin mengecil. Namun, puncak
atapnya sudah hancur sehingga sudah tidak diketahui lagi bentuk aslinya.
·
Candi Arjuna
Candi Arjuna
berbentuk dasar persegi dengan luas sekitar 4 m2. Pintu masuk candi
ini berada di sisi barat. Di atas ambang pintu masuk candi dihiasi dengan
pahatan Kalamakara. Pada dinding luar sisi utara, selatan, dan barat terdapat
susunan batu yang menjorok ke luar dinding yang membentuk bingkai sebuah relung
tempat meletakkan arca. Atap candi ini berbentuk kubus bersusun yang semakin ke
atas semakin mengecil. Namun, bagian atas dan puncak atap sudah hancur. Di
setiap sisi masing-masing kubus terdapat relung dan di setiap sudut terdapat
hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing yang sebagian besarnya
sudah rusak.
·
Candi Semar
Candi Semar
terletak berhadapan dengan Candi Arjuna. Bentuk dasar candi ini berbentuk
persegi empat membujur arah utara-selatan. Tinggi batur candi ini sekitar 50
cm, polos tanpa hiasan. Pintu masuk ke dalam candi ini terletak di sisi timur
dan tidak dilengkapi bilik penampil. Di ambang pintu terdapat bingkai dengan
hiasan pola kertas tempel dan kepala naga di pangkalnya. Atap candi berbentuk
limas dan tanpa hiasan. Namun, puncak atapnya sudah hilang, sehingga tidak
diketahui lagi bentuk aslinya. Konon, Candi Semar pernah digunakan sebagai
gudang untuk menyimpan senjata dan perlengkapan pemujaan.
·
Candi Sembrada
Tinggi batur
candi ini sekitar 50 cm dengan bentuk dasarnya bujur sangkar. Pintu masuk candi
ini terletak di sisi barat dan dilengkapi dengan bilik penampil. Dengan adanya
bilik penampil tersebut dan relung di ketiga sisi lainnya membuat bentuk tubuh
candi ini tampak seperti poligon. Di halaman candi terdapat batu yang ditata
sebagai jalan setapak menuju pintu masuk. Sepintas, Candi ini terlihat seperti
bangunan bertingkat, karena atapnya yang berbentuk kubus dan ukurannya hampir
sama dengan ukuran tubuhnya. Seperti candi-candi yang lain, puncak atap candi
ini juga sudah hancur.
·
Candi Srikandi
Candi Srikandi
terletak di sebelah utara Candi Arjuna. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm
dengan dasarnya berbentuk kubus. Pintu masuk candi ini terdapat di sisi timur
dan dilengkapi dengan bilik penampil. Pada dinding utara terdapat pahatan yang
menggambarkan Dewa Wisnu, pahatan pada dinding timur menggambarkan Dewa Syiwa,
dan pahatan yang terdapat pada dinding selatan menggambarkan Dewa Brahma. Namun
sebagian besar pahatan-pahatan tersebut sudah rusak dan atap candinya pun juga
sudah rusak.
·
Candi Dwarawati
Bentuk candi ini
mirip dengan Candi Gatotkaca, yaitu dengan bentuk dasar segi empat dengan
penampil di keempat sisinya. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm. Pintu masuk
candi terletak di sisi barat dan polos tanpa pahatan. Pada pertengahan dinding
tubuh candi di sisi utara, timur, dan selatan terdapat bilik penampil yang
menjorok keluar membentuk relung tempat meletakkan arca, namun saat ini ketiga
relung tersebut dalam keadaan kosong tanpa arca. Bentuk atap candi ini dibuat
sama dengan bentuk tubuhnya, sehingga sepintas candi ini terlihat seperti
bangunan bertingkat. Di keempat sisi atap candi terdapat relung tempat
meletakkan arca, namun saat ini relung-relung tersebut juga dalam keadaan
kosong. Bentuk asli puncak atap candi ini juga tidak diketahui lagi karena
puncak atap tersebut sudah tak tersisa lagi.
·
Candi Puntadewa
Seperti candi-candi lainnya, ukuran Candi Puntadewa tidak terlalu besar, namun candi ini tampak lebih tinggi. Candi ini berdiri di atas batur bersusun setinggi sekitar 2,5 m. Tangga menuju pintu masuk ke dalam candi dilengkapi pipi candi dan dibuat bersusun dua. Atap candi ini berbentuk kubus besar dan puncak atapnya juga sudah hancur. Di depan candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk bujur sangkar. Di sebelah utara candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk persegi panjang yang di tengah-tengah ruangannya terdapat dua buah batu berbentuk mirip tempayan yang lebar.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar