Minggu, 18 November 2012

Kendalikan Emosimu sebelum Emosi Mengendalikanmu

Sebenarnya apa sih emosi itu? Emosi itu adalah amarah, kekesalan, kejengkelan terhadap seseorang atau sesuatu. Kejengkelan atau kekesalan yang sudah dipendam terlalu lama bisa menyebabkan timbulnya emosi. Biasanya orang yang sedang emosi akan menunjukkan beberapa sikap atau perilaku sebagai berikut.
·         membentak atau berteriak kepada lawan bicara
·         memukul lawan bicara
·         berkata kasar pada lawan bicara
·         membanting atau memukul benda-benda disekitarnya
·         tidak menanggapi lawan bicara, dan sebagainya.
Biasanya orang yang emosi tidak mau orang lain tahu bahwa dirinya adalah orang yang lemah. Dan hal-hal diatas mereka lakukan untuk menutupi kekurangan ataupun kesalahannya.
Emosi merupakan pencerminan dari sikap egois kita. Pernah liat orang yang sedang emosi kan? Jelas sekali terlihat betapa egoisnya seseorang ketika emosi. Saat emosi, kita akan merasa diri kitalah yang paling benar dan tidak peduli pada pendapat orang lain. Saat emosi, kita tidak akan mempedulikan bagaimana perasaan orang lain. Saat emosi kita tidak akan peduli terhadap lingkungan disekitar kita. Bahkan kita tidak akan menyadari kata-kata yang telah kita ucapkan, yang bisa jadi kata-kata tersebut menyakiti perasaan lawan bicara kita. Sebaiknya ketika emosi kita harus bisa mengendalikan dan memikirkan kembali apa yang akan kita ucapkan. Karena jika kita sudah mengucapkan kata-kata kasar dan menyakiti perasaan lawan bicara kita, kata-kata kita akan terus diingat oleh lawan bicara kita meskipun kata-kata tersebut telah kita ucapkan berpuluh-puluh tahun yang lalu.
Sadarkah kita ketika emosi pikiran kita menjadi tidak karuan? Ya, emosi menjadikan kita tidak bisa berpikir jernih dalam menghadapi masalah. Itu sebabnya sering terjadi perkelahian yang diawali dengan emosi yang tidak bisa dikendalikan. Walaupun sebenarnya masalah yang kita hadapi tersebut sangatlah sederhana, namun apabila emosi telah ikut campur dalam masalah kecil yang kita hadapi dan kita tidak bisa mengendalikan emosi kita, masalah tersebut akan menjadi masalah besar yang tidak ada gunanya. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa membiasakan diri untuk mengendalikan emosi dan berpikir jernih dalam menghadapi setiap masalah dan tidak mempermasalahkan hal-hal yang sepele.
Sebenarnya saat kita emosi, semua otot-otot yang ada di tubuh kita ikut menegang. Oleh karena itu setelah kita emosi kita akan merasa lelah, gerah, dan sebagainya. Emosi sangatlah berpengaruh terhadap kesehatan kita. Emosi menyebabkan darah yang ada di dalam tubuh kita mengalir ke atas, sehingga bisa menyebabkan penyakit tekanan darah tinggi. Bukan hanya penyakit tekanan darah tinggi saja, emosi juga bisa menyebabkan berbagai macam penyakit dalam lainnya, seperti stress, kolesterol, stroke, penyakit jantung, dan sebagainya.
Emosi tidak timbul dengan sendirinya atau tanpa adanya alasan yang jelas, kecuali untuk orang dengan sifat tempramen, karena emosi bukanlah sesuatu yang bersifat spontanitas. Ada beberapa orang yang lebih memilih memikirkan untuk perlu emosi apa tidak sebelum akhirnya emosi. Ada juga yang tanpa pikir panjang langsung menyemprot lawan bicara dengan berteriak dan membentak-bentaknya. Emosi itu adalah pilihan. Emosi akan menunjukkan kepada khalayak siapa kita dan seperti apa kita sebenarnya. Walaupun kita berusaha menjaga image di depan orang lain dengan bersikap kalem dan pendiam, namun bila kita menghadapi masalah dengan emosi tak bisa dipungkiri lagi nama baik kita pasti langsung tercoreng.
Beberapa hal yang bisa menyebabkan timbulnya emosi adalah sebagai berikut.
·         Faktor usia
Usia sangatlah mempengaruhi emosional seseorang. Semakin tua usia seseorang, semakin bijaksanalah orang tersebut. Karena orang yang lebih tua biasanya lebih banyak pengalaman dalam menghadapi masalah dan banyak belajar dari masalah-masalah tersebut. Oleh sebab itu, banyak perkelahian atau sejenisnya yang dilakukan oleh anak-anak muda. Jarang kan kita melihat ada tawuran yang didominasi oleh sekelompok orang dengan usia lebih dari 50 tahun? Hal tersebut terjadi karena anak-anak muda bersifat lebih sensitf dan lebih mengutamakan emosi mereka daripada membicarakannya secara kekeluargaan.
·         Kedewasaan
Usia bukanlah pengukur tingkat kedewasaan seseorang. Walaupun masih berusia belasan tahun, jika kita sudah menghadapi masalah dengan bijaksana dan tidak mengutamakan emosi, apa salahnya? Lebih cepat bisa mengendalikan emosi kan juga lebih baik.
·         Jenis kelamin
Jenis kelamin (gender) juga mempengaruhi timbulnya emosi. Biasanya hal ini terjadi pada kaum perempuan. Karena perempuan lebih perasa dan selalu melibatkan perasaan dalam setiap masalah. Berbeda dengan laki-laki yang selalu menggunakan logika bila menghadapi masalah. Namun, banyak juga laki-laki yang tidak menggunakan logikanya dalam menghadapi masalah dan lebih mementingkan emosinya.
·         Tempramen
Tempramen adalah suasana hati yang menjadi ciri khas kehidupan emosional seseorang. Memang ada beberapa orang yang memiliki sifat tempramen seperti ini. Selalu emosi dalam menghadapi setiap masalah. Bahkan terkadang tiba-tiba emosi tanpa ada yang tahu apa alasannya. Biasanya orang tempramen sangat tergantung dengan suasana hatinya dan emosi akan timbul bila suasana hatinya sedang tidak baik.
·         Kesabaran.
Setiap manusia pasti memiliki kesabaran di dalam dirinya. Yang menjadi masalah disini adalah seberapa lama kesabaran tersebut bisa bertahan dan menghindari timbulnya emosi yang bisa merugikan kedua belah pihak. Semakin lama kesabaran tersebut bertahan, semakin sedikit emosi yang timbul di muka bumi. Contohnya saja saat kita menunggu koneksi internet yang sedang bermasalah. Jika orang yang tidak mempunyai kesabaran lebih, maka orang tersebut bisa saja menghadapi hal sepele tadi dengan marah-marah, mengumpat, dan sebagainya. Padahal sebenarnya hal tersebut sangatlah tidak perlu dilakukan karena sangat membuang-buang tenaga dan energi kita.
·         Ketidakcocokan pemikiran antara kita dan orang lain
Berbeda pendapat dengan orang lain adalah hal biasa yang sering terjadi dalam kehidupan. Hal inilah yang bisa menimbulkan terjadinya emosi. Saat kita berbeda pendapat dengan orang lain dan kita merasa pendapat kitalah yang paling benar, kita akan langsung tersulut emosi. Padahal belum tentu pendapat kitalah yang terbaik. Ada baiknya ada pihak ketiga yang bisa mengambil keputusan untuk mana yang lebih baik. Karena biasanya orang yang tidak terlibat dan tidak tahu menahu tentang perdebatan tersebut mempunyai sudut pandang yang lebih umum yang tidak merugikan pihak manapun.
·         Berpikiran negatif
Berpikiran negatif sangatlah dilarang oleh agama dan kita diharuskan untuk selalu berpikiran positif tentang orang lain. Karena ternyata berpikiran negatif juga bisa menimbulkan emosi. Ternyata emosi juga bisa timbul karena bagaimana pendapat kita tentang orang lain. Jika kita sudah terlanjur berpikiran negatif tentang orang lain, apapun yang dikatakan dan dilakukan oleh orang tersebut bisa menyulut emosi kita. Jika kita selalu berpikiran negatif pada orang lain dan tidak pernah melihat sisi positifnya, kita akan selalu merasa emosi dengan apa saja yang dia lakukan. Bahkan dengan melihat wajahnya saja kita bisa emosi bila terus menerus berpikiran negatif tentang orang lain.
·         Lapar
Emosi juga bisa timbul saat seseorang sedang lapar. Itu sebabnya ada pepatah mengatakan jangan pernah berdebat dengan orang yang sedang lapar. Karena ternyata saat kita sedang lapar, hawa negatif terutama emosi lebih mudah masuk ke dalam diri kita.
·         dan masih banyak lagi
Sebagai manusia yang kurang dari sempurna, kita pasti mempunyai emosi dengan kadarnya masing-masing. Ada yang lebih cepat emosi, ada juga yang lebih sabar dan lebih bisa mengontrol emosinya. Setidaknya kita harus bisa menimimalisir emosi kita bila kita tidak bisa menghilangkan emosi kita demi terjaganya perdamaian dunia. Karena emosi tidak bisa hilang begitu saja, tentu ada proses-prosesnya. Semakin matang dan dewasa pemikiran kita, maka emosi yang ada di dalam diri kita juga akan dengan semakin mudah dikendalikan. Ingatlah bahwa setiap perdebatan, pertengkaran, perkelahian, dan sebagainya yang pernah terjadi dalam kehidupan kita pasti diawali tidak jauh dari emosi.
Untuk membina kehidupan yang lebih baik dengan lingkungan sekitar, kita harus bisa mengendalikan emosi kita karena emosi sangatlah merugikan untuk diri sendiri maupun orang lain. Beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk mengendalikan emosi adalah sebagai berikut.
·         Sesaat sebelum emosimu terpancing, usahakan untuk diam sejenak. Hindari mengatakan kata-kata kasar yang bisa menyakiti lawan bicara karena efek sampingnya bisa melekat sampai puluhan tahun ke depan. Mungkin kita akan secara tidak sengaja dan refleks mengatakan kata-kata tersebut namun ada baiknya kita memikirkannya terlebih dulu sebelum mengucapkannya.
·         Tarik napas dalam-dalam dan tahan selama sepuluh detik. Hal ini efektif untuk mencegah timbulnya emosi yang ada di dalam diri kita. Karena saat emosi, darah yang ada di dalam diri kita mengalir naik. Namun, ketika kita menarik napas tadi, oksigen akan masuk ke dalam ke ruang otak kita dan membuat kita menjadi lebih rileks dan tenang.
·         Ingatlah bahwa kita hanya manusia biasa yang bisa saja melakukan kesalahan apapun baik disengaja maupun tidak disengaja. Bayangkan bila kita ada di posisinya. Kita pasti tidak mau tiba-tiba dimarahi orang lain bila kesalahan yang kita lakukan merupakan kesalahan yang tidak disengaja. Dan cobalah untuk bisa memaafkan orang lain. Karena dengan saling memaafkan emosi yang ada di dalam diri kita bisa dengan mudah mereda.
·         Pikirkan semua hal-hal positif yang pernah dilakukan oleh orang lain pada kita. Karena semua yang terjadi dalam hidup kita berasal dari pikiran-pikiran kita. Bila kita berpikiran positif pada orang lain maka kita akan bisa merasakan kebaikan-kebaikan orang lain dan kita tidak akan dengan mudah emosi kepada orang lain.
·         Pikirkan semua hal yang akan terjadi jika kita emosi di depan umum. Nama baik yang telah kita bangun selama bertahun-tahun akan tercoreng dengan emosi yang hanya berlangsung beberapa menit saja. Jangan biarkan emosi menguasai dirimu dan jangan terus menerus larut dalam emosi karena hal itu sangatlah tidak sedap bila dipandang mata dan sangatlah tidak baik untuk kesehatan kita.
·         Jangan jadikan emosi sebagai prioritas pertama dalam menghadapi masalah kita. Jangan menganggap bahwa emosi bisa menyelesaikan masalah-masalah kita. Salah besar. Masalah akan terselesaikan dengan baik bila kita menyelesaikan dengan baik-baik juga.
Jadi, para sahabat-sahabatku sekalian, marilah kita kendalikan emosi kita betapapun susahnya itu. Karena emosi sama sekali tidak ada manfaatnya, malah cenderung mengakibatkan banyak kerugian. Untuk diri kita sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Tubuh kita menjadi rentan terhadap berbagai penyakit, orang lain menjauhi kita dan tidak sudi untuk berteman dengan kita jika kita masih memelihara emosi di dalam diri kita. Bahkan orang yang tidak kenal dengan kita akan menjudge kita sebagai pribadi yang buruk saat melihat kita emosi. Gak mau kan orang tiba-tiba orang menjudge kita sebagai orang yang emosional padahal kita tidak kenal dengan orang tersebut.
Orang yang tidak bisa mengendalikan emosinya termasuk dalam orang-orang yang lemah. Jika orang sudah mengutamakan emosi, pasti akan terjadi keributan dimana-mana. Tidak akan ada perdamaian di muka bumi ini. Walaupun emosi sangat susah untuk dikendalikan, tapi apa salahnya mencoba mengendalikannya? Kalau sudah terbiasa gak akan susah kok. Biasakan untuk terbiasa tidak mengutamakan emosi dalam menghadapi setiap masalah.

Referensi:

Jumat, 16 November 2012

Breaking Dawn oh Breaking Dawn...

hari ini adalah hari perdananya breaking dawn part 2..sebelumnya, aku gak minat banget nonton breaking dawn..kenapa? karena aku pikir breaking dawn part 2 akan sama mengecewakannya dengan film-film yang diangkat dari novel-novel gitu..contohnya aja twilight, new moon, sama eclipse..jujur, aku gak puas banget sama film-film tadi..kurang greget gimanaa gitu..taapiiiii..sehari sebelum breaking dawn part 2 release, aku coba search trailernya dan trailernya itu keren banget..bikin penasaran..dan akhirnya aku jadi antusias banget pengen nonton breaking dawn part 2...
dan akhirnya, tanpa harus antre panjang, nunggu lama, aku udah dapet tiket nontonnya di hari pertama release lagi..what a lucky day!

awalnya sih seneng akhirnya nonton breaking dawn part 2,. eeeeeh, ,pulang dari nonton otakku jadi ngeblank gitu..seolah-olah otakku tertinggal di gedung bioskop itu..

tak apalah, nanti juga moodnya balik lagi..semangaaattt!!!

Minggu, 11 November 2012

tiada hari tanpa T.U.G.A.S.

Yaahhh.......begitulah kehidupanku sekarang...tiada hari tanpa tugas.
setiap hari harus mengerjakan tugas ini, tugas itu...apalagi yang paling aku benci adalah tugas pemahaman lintas budaya.

pernah ada dosen yang bilang klo cross culture itu asyik..tapi nyatanya apa??
mungkin asyik klo dengan dosen yang tepat kali ya?

dosen cross culture pas minggu pertama sih oke..walaupun udah berumur, tapi beliau tuh asiik..yaah, walaupun bikin jantung deg-degan gitu...
taaaaapppiiiiiiiiii...dari minggu kedua sampai mau UTS nih, dosennya tuh gak bisa dibilang asik dan gak bisa dibilang oke..gak banget deh pokoknya..bukannya mau jelek-jelekin dosen itu, tapi emang dia gitu kok..semua temen-temenku juga pada bilang gitu.
pertama, beliau tuh BUKAN dosen cross culture..tau dosen apa? BAHASA INDONESIA..jadilah sepanjang mata kuliah cross culture yang dibahas bahasa mulu..dari asal kata bahasa sampe fungsi bahasa..bahkan tugasnya pun disuruh nyari '5 pengertian penting mengenai bahasa'...
kedua, denger-denger sih pernah tinggal di Perancis..oleh karena itu, terkadang bahasa yang digunakan pun bahasa Perancis..malah pernah suatu hari, setengah dari jam mata kuliah beliau pake buat nerangin artikel gitu tentang Perancis dan PAKE bahasa Perancis..terang aja semuanya pada ngomong sendiri, maenan hape, berngantuk-ngantuk ria, dan sebagainya..trus beliau kaya jengkel gitu..alhasil kita dikasih tugas perdana yang bejibun..perbandingan Jepang- Indonesia lagi..padahal di SAP nya gak ada tuh kata-kata Jepang..udah gitu, satu minggu kemudian dibahaslah tugas kita..dan lagi-lagi, yang dijelasin buat perbandingan bukannya Jepang sama Indonesianya malah Perancis-Indonesia..
pengen deh rasanya teriak pas beliau lagi nerangin tentang bahasa..."Bu, kayanya udah melenceng jauh banget deh. kita kan lagi belajar cross culture, kenapa nyambungnya ke bahasa?" tapi sayang, nyaliku gak sebesar itu..dan setiap nerangin bahasa, beliau pasti nyempilin kata-kata "kalian kan anak sastra, jadi harus tau ya tentang ini (asal muasal kata bahasa, fungsi bahasa, dan sebagainya)."
kita bahkan udah curhat ke sana kemari, semua dosen udah kita curhatin, tapi belum ada hasilnya juga..sampai kapan penderitaan ini akan berakhir? Oh, God...