Sabtu, 07 Juni 2014

My Poem

Do You Know?


Do you know?
You are my best of the best friend
I've ever had

Do you know?
I don't believe you do love me
Even you always prove it to me

Do you know?
I really don't trust you
When you say you love me
Even you've said it for thousand times

Do you know?
I've never trusted anybody
But you

Do you know?
I just realized it
After we have together for years
That I'm missing you
Really miss you
But please don't trust me
If I told you I would never miss you
But please trust me
Even my missing is nothing than yours

Do you know?
That I just realized
That I'm loving you
Really love you
And never want you to leave me alone
With this feeling
And every moment we've ever had

Contoh Haiku 2

Lelah
Mengantuk
Semuanya jadi satu

Minggu berlalu
Senin menunggu
Begitupun kuliahku

Kuhabiskan siangku
Dengan berkaraoke ria
Bersama teman-teman

Hang out
Bersama mereka
Membuatku melewatkan kuliah

Sehari beraktivitas
Hingga yang tersisa
Hanya lelah

Contoh Haiku 1

Wake up, wake up!
Hari telah pagi
Mentari telah menanti

Senja hampir tiba
Akan tetapi,
Tak ada satupun pesan darimu

Lelah menunggumu
Kantuk menyerangku
Hingga aku terlelap dalam tidurku

Cerah
Sebiru lautan
Tanpa noda dan cela

Sabtu yang santai
Tinggal di rumah
And doing nothing

Rabu, 04 Juni 2014

Review Game: Tebak Gambar

CARA BERMAIN:
· Pertama-tama, kalian harus mengidentifikasi dan mengamati gambarnya dulu
· Kedua, perhatikan keterangan di sekitar gambar apabila ada huruf atau suku kata tambahan atau yang dikurangi. Selanjutnya, rangkailah kata tersebut dengan gambar yang berkaitan.
· Bila ada pergantian huruf atau suku kata maka gantilah huruf atau suku kata tersebut sehingga menjadi kata baru.
· Setelah semua kata terbentuk, maka kalian telah menemukan jawaban dari tebak gambar yang dimaksud.


CONTOH:
Bila ada gambar kipas dan ada keterangan huruf I dicoret = U, maka kata tersebut menjadi kupas. Gambar selanjutnya adalah udang. Bila dirangkai menjadi KUPAS UDANG. Gampang kaaan??!!









ATURAN PERMAINAN:
Dalam permainan ini, ada 18 level dengan 20 soal pada setiap levelnya. Pemain akan dibekali 5 nyawa, dan setiap salah menebak akan dikurangi 1 nyawa. Pemain juga akan dibekali 5 hint, dimana pemain bisa mendapatkan clue bila merasa bingung dengan gambar yang dimaksud. Clue tersebut berupa serangkaian kata dimana huruf awal awal dan akhir dari setiap kata akan muncul. Misalnya K­_ _ _S U_ _ _G. Soal di setiap akhir level adalah raja gambar dan kalian harus mengalahkan raja gambar agar dapat melanjutkan ke level selanjutnya. 


SELAMAT BERMAIN!!!


Berikut adalah kunci jawaban dari game "Tebak Gambar" dari level 1 hingga level 18:

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 1

1. KUPAS UDANG
2. JAMBU BATU
3. TUA BANGKA
4. TAHI LALAT
5. MARI MAKAN
6. MATA PISAU
7. FERMENTASI ANGGUR
8. POTONG HARGA
9. ALAS KAKI
10. MINTA UANG
11. IGA BAKAR
12. DAUN BAYAM
13. TANTANGAN SERU
14. JAM KOSONG
15. TENAGA LISTRIK
16. OBAT CINA
17. TAMBAH TUA
18. MATI RASA
19. KAMBING HITAM
20. AKU SAYANG MAMA DAN PAPA

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 2

1. AKAR RUMPUT
2. KOTAK SARAN
3. TRUK GANDENG
4. JANGKA KAKI
5. PETENIS HANDAL
6. KUCING BELANG
7. HIDUP MEWAH
8. PULANG KANDANG
9. JAMBU KUNING
10. POLISI TIDUR
11. LEBIH BAIK
12. PUTRI ISTANA
13. PINJAM KEMEJA
14. UNTAIAN BUNGA
15. NASIB BURUK
16. TIDAK SETUJU
17. HARGA DIRI
18. PEMIMPIN KELUARGA
19. MENDADAK MIMISAN
20. BATANG POHON RAMBUTAN ROBOH

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 3

1. ANAK DUNGU
2. PELAMPUNG RENANG
3. BASKOM AIR
4. BOSAN MENGANGGUR
5. SEPERTI GARAM
6. SAMBAL BAJAK
7. MENGEJAR WAKTU
8. PERSENTASE BIAYA
9. BEBAN TALANGAN
10. PENDUDUK ASING
11. ANGKATAN LAUT
12. BISNIS WARALABA
13. ASIMILASI OKSIGEN
14. DISTRIBUSI DAGING
15. SALON MINIMALIS
16. MENANGKAP LALAT
17. DEKORASI BUTIK
18. DEMAM BERDARAH
19. EKSPANSI PERUSAHAAN
20. BELASAN KORBAN MATI KELAPARAN

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 4

1. RUMAH TANGGA
2. PELUKIS WAJAH
3. TANGKI GAS
4. PULAU BATAM
5. KHUSUS DEWASA
6. KERAMIK LANTAI
7. PERIJINAN TAMBANG
8. JASA TULIS
9. SUSUNAN ASLI
10. KUNCIR KUDA
11. INFORMASI BERHARGA
12. JAMU KUAT
13. SOBAT PERTAMA
14. NAIK OKTAF
15. KURANG AJAR
16. RINDU SEKALI
17. RAMBUTAN MANIS
18. GAGAL GINJAL
19. BANGKU DATAR
20. HORMATI BUNDA AGAR HIDUP TENANG

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 5

1. INDUKSI MAGNET
2. CAKAR KUCING
3. PETANI INDONESIA
4. GOLOK PUSAKA
5. KERANGKA GEDUNG
6. MERASA TEGANG
7. ANAK ZEBRA
8. KUALITAS FILM
9. HAK ASASI
10. SIANG BOLONG
11. UKURAN EMPANG
12. KAPTEN KAPAL
13. PELAMPIASAN AMARAH
14. KIRIM UANG
15. KRITIK TAJAM
16. PENYUMBATAN DARAH
17. PIRING TERBANG
18. TARIF LISTRIK
19. TEKAD BULAT
20. KERJA RINGAN GAJI KURANG BANYAK

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 6

1. KOLAK PISANG
2. KURANG GIGIH
3. BAU TANAH
4. KERTAS HIAS
5. NAFAS CINTA
6. RUMPUT LIAR
7. MOBIL MOBILAN
8. KUMIS KUCING
9. KACANG POLONG
10. KAWAN SERUMAH
11. GULALI MATANG
12. DUA ANAK
13. KETUA PARTAI
14. KOTA BESAR
15. TAYANG SEKILAS
16. KEPALA SUKU
17. BANDAR TEKOR
18. GEMBOK RUMAH
19. BUNGA IMITASI
20. SUPIR MOBIL TINJA MAKAN DADA UNGGAS

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 7

1. KOPERASI MANDIRI
2. KEONG RACUN
3. DAUN PANDAN
4. KELUAR GARIS
5. JEMBATAN LAYANG
6. BALING PESAWAT
7. SEDOT UPIL
8. DARAH TINGGI
9. BUNGA SAKURA
10. KAMERA RUSAK
11. LAPANG DADA
12. ANJING TETANGGA
13. TUANG KOPI
14. KESELAMATAN PRESIDEN
15. PANJANG KARET
16. RUANG KARAOKE
17. SOLIDARITAS BURUH
18. GUDANG LAMPION
19. MALAM KELABU
20. RAJIN MENIMBA ILMU AGAR JADI SERBA BISA

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 8

1. REKENING GENDUT
2. HARGA LONTONG
3. MENANAK NASI
4. PAHAM LIBERAL
5. SEMESTA ABADI
6. ABORSI LANGSUNG
7. KERACUNAN FORMALIN
8. LINGKARAN SETAN
9. TENDANG SELANGKANGAN
10. AKAL BULUS
11. SEDANG PAMERAN
12. SEKOPER SENAPAN
13. JUARA GULAT
14. KESET RUMAH
15. PANGKUAN BANGSA
16. SUMPAH KERAMAT
17. PENAMBANG KUAT
18. SATELIT PARABOLA
19. PATROLI GABUNGAN
20. BUALAN DAKU MERAYU RAJA KERAS KEPALA

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 9

1. NINA BOBO
2. PEREMPUAN TINGGI
3. AKU PUCAT
4. SUARA KETAPEL
5. ISU PENGASINGAN
6. KEBELET PIPIS
7. KUASA HAKIM
8. ENERGI GITARIS
9. SELALU MEMUJAMU
10. MERICA PUNGUT
11. EKONOMI SULIT
12. KURANG GARAM
13. STRUKTUR KRISTAL
14. BABI NGOROK
15. BISIKAN RIMBA
16. KALIBRASI BATERAI
17. PEMICU ACARA
18. PELUMAS KERETA
19. SUSUN SILANG
20. USUS TERPOTONG SEPARUH SAAT OPERASI PENGANGKATAN LIMPA

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 10

1. MOTIVASI KATA
2. EMPATI GURU
3. NOTA HUTANG
4. JATUH BANGUN
5. BUAH BIBIR
6. KODE ETIK
7. KECUALI DAHI
8. BIASA PUSING
9. MEMUTAR LOGIKA
10. SI OTAK UDANG DISKUSI EMPAT MATA DI GEDUNG TUA
11. PENYUSUTAN ASET
12. BUKU LARIS
13. OBESITAS RINGAN
14. BIAYA RELOKASI
15. PELATIHAN DUKUN
16. JEJAKA TAKUT
17. PERANGKO KILAT
18. ANGKAT TANGAN
19. CUMA RAHASIA
20. SERDADU GAGAH BATAL JUARA KETIKA DIA LUPA DIRI

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 11

1. SENIN JANUARI
2. CUMA SINIS
3. ATURAN SELERA
4. PENDIDIKAN JASMANI
5. BERANGKAT AKROBAT
6. ADU ITIK
7. TOKO BORGOL
8. TANGAN KOSONG
9. TITIK HITAM
10. TUKANG BUBUR SEKARANG BESAR KEPALA SEBAB JADI BINTANG PAPAN ATAS
11. GARIS POLISI
12. DONATUR RESMI
13. JURAGAN TENAR
14. SEMOGA DINGIN
15. KODOK TERBANG
16. GEDUNG KEMBAR
17. OTAKMU MIRING
18. MAKANANKU BUSUK
19. KOMPUTER LELET
20. JANGAN SUKA PAKSAKAN MIMPI BILA TAK BERUSAHA SEKUAT TENAGA

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 12

1. SURYA TENGGELAM
2. POTONG TONGKAT
3. OBAT MANUSIA
4. JAWABAN POLOS
5. BAGIAN LANGKA
6. PEDANGDUT GANTENG
7. SAKSI BISU
8. TARIK KEPUTUSAN
9. LAYAR KACA
10. BANTING TULANG SIANG MALAM SAMPAI PUSING TUJUH KELILING DEMI UANG SEKOLAH
11. NAMA WARNET
12. KOIN TIPIS
13. PERBAN DOKTER
14. BELUM BACA
15. KALKULASI PUTARAN
16. PANTAUAN DALANG
17. KECAMATAN MAJU
18. BAJU MELAYU
19. PATROLI MALAM
20. SURAT EDARAN PENANGKAPAN BERADA DALAM PUSAT EVALUASI

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 13

1. MENCELA NASIHAT
2. PINJAM BANK
3. DARAH PANAS
4. TULAR PENYAKIT
5. PELAYAN WARUNG
6. KAKI PERAWAN
7. BACA PIKIRAN
8. SIFAT TERPENDAM
9. BIRO DAGANG
10. PEJABAT TURUN LAPANGAN HADAPI DEMO NASIB BURUK PENDUDUK MALAS
11. RESIKO BOIKOT
12. BLANGKO PERMOHONAN
13. SERIBU SURAT
14. HAMPIR PIRANG
15. OBATI KESEPIAN
16. BINTANG KECIL
17. HORMATI GADIS
18. PERSENTASE TIRUAN
19. BAHAN TULISAN
20. GADIS BISU SUKA MERANGKUL GULING DI RUANG PRIBADI

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 14

1. BERISTRI DUA
2. DENGAR PUJANGGA
3. LURUS HATI
4. BUAYA BUNTUNG
5. KENCING MANIS
6. PETAKA SURAM
7. KUNCI CAKRAM
8. OMBAK TENANG
9. IBUKU PANDAI
10. RONA WAJAH WARTAWAN HIDUNG BELANG TERSIPU MALU JIKA KEDOK TERBUKA
11. SAUDARAKU VOKALIS
12. KESET RUMAH
13. KOPI SAUDAGAR
14. POLISI NAKAL
15. TEKO BENGKOK
16. MANGKOK KOKOH
17. MACAN OMPONG
18. TOPI PANTAI
19. TANGGAL TUA
20. DI LORONG HAMPA NAHKODA HIMBAU KALAU PIPIS TOLONG DISIRAM

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 15

1. JASA MURAH
2. CUCU PANGLIMA
3. ROTI KUKUS
4. TEKANAN BATIN
5. BANGKU SIRKUS
6. USAHA DAHULU
7. ANGKARA MURKA
8. ABSEN TERATUR
9. LUDAHI LAWAN
10. CALON MERTUA MINTA AKU JADI PILOT HANDAL DAN TIDAK MEROKOK
11. KOPI ALAMI
12. KOMPOSISI CAIRAN
13. DILANDA KECEMASAN
14. BANYAK MULUT
15. KOREKSI OTOMATIS
16. MUKA TEMBOK
17. KEJUTAN DUKA
18. INJAK GAS
19. WAKTU BEGADANG
20. LAHAN DUKU GERSANG KARENA ULAH KELICIKAN WARGA KAPITALIS

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 16

1. BALITA BUNGKUK
2. AURA JAHAT
3. PEDANG HALILINTAR
4. MESKI DIABAIKAN
5. KAKUS JOROK
6. KOMANDO PETUALANGAN
7. DAUN SALAM
8. LAHAR PANAS
9. CUMA SEPELE
10. BANDAR EKSTASI MENANGIS MIRIS MERATAPI NASIB YANG PILU
11. FREKUENSI LETUSAN
12. BAYANG ILUSI
13. IMBAS KETAMAKAN
14. MEMBUANG MUKA
15. PECAT KOMISARIS
16. WANITA MENGGIGIL
17. BIODATA WANITA
18. KELIPATAN RATUSAN
19. ASA PASTI
20. WAJAH KUSAM POLISI SIRIK BERDARAH DITABRAK TUKANG BECAK AMATIR

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 17

1. PEDALAMAN DIJELAJAHI
2. DIBORGOL SERDADU
3. GELANGGANG GURUN
4. BAYI TENGKURAP
5. SPONSOR BANK
6. BERSILAT LIDAH
7. PELURUS AKIDAH
8. MAKALAH HUKUM
9. PISAH RANJANG
10. WAHAI KAWAN MARI PANJATKAN DOA SUPAYA RENCANA KITA LANCAR
11. HANTU PENASARAN
12. ALAT BERAT
13. GARIS BAWAH
14. LISTRIK MATI
15. FASE KEMOTERAPI
16. IMIGRAN GELAP
17. CERITA KLIMAKS
18. DATANG BULAN
19. SEDOT WC
20. SUDAH SEPATUTNYA MUKA BERSINAR TERANG JADI DAMBAAN TUKANG RIAS

KUNCI JAWABAN GAME “TEBAK GAMBAR” LEVEL 18

1. RESTO ASING
2. KERTAS LOAK
3. PEMERAH SAPI
4. MATA JELALATAN
5. PUTAR FILM
6. SUPER STAR
7. TELANJANG BULAT
8. BIBIKU MANTRI
9. SERANGAN FAJAR
10. TETANGGA PANJANG TANGAN KEPERGOK NAIK TURUN BAWA SEKOPER PERMATA DI RUMAH KOSONG
11. RINGAN TANGAN
12. LIRIK LAGU
13. MEMALINGKAN DUNIAKU
14. PETIK APEL
15. KERANJINGAN BOLA
16. JAGA SINGGASANA
17. MELATIH NAFAS
18. ISU MIRING
19. ADU DOMBA
20. PARA KETURUNAN SATRIA BAKAR CATATAN DUKUN PELET DALAM BUNGKUSAN KERAMAT

Kritik Artikel “”Bapak Bangsa”” yang ditulis oleh Daoed Joesoef

Menurut Daoed Joesoef dalam tulisannya yang berjudul “”Bapak Bangsa””, suatu negara besar tidak mungkin diurus secara amatiran. Ada alam ide dan ada pula alam praktis. Contoh alam ide adalah adalah universitas. Universitas menjadi contoh alam ide karena manusia berusaha untuk diajak mencari ide-ide kreatif untuk diterapkan di dalam masyarakat. Dalam universitas, mahasiswa sudah tidak lagi diberi materi secara penuh oleh dosen, tapi dosen hanya memberikan materi secara garis besarnya dan mahasiswa yang mencari detail-detailnya. Untuk itu, diperlukan mahasiswa yang kreatif agar mahasiswa tersebut dapat mengikuti kehendak dosen. Contoh alam praktis biasanya berupa komunitas bisnis. Dalam komunitas bisnis, seseorang sudah tidak lagi mencari ide melainkan menerapkannya dalam usaha bisnisnya. Namun, menurut Daoed, kedua alam ide tersebut tidak pantas diterapkan oleh pemerintah. Pemerintah tidak pantas menjadi salah satu dari kedua penampilan alam ide maupun alam praktis. Ide, terutama ide politik, mempunyai konsekuensi dan kontemplasi ide adalah suatu usaha yang betul-betul praktis.
Sebagian orang berpendapat bahwa ide merupakan penyuluh dunia, baik hidup maupun kehidupan, dan sebagian orang yang lain berpendapat bahwa ide sekadar refleksi dari keadaan sesaat masyarakat. Tapi, sebenarnya ide merupakan unsur budaya dan budaya merupakan suatu fakta human yang tidak terpisahkan dari manusianya. Maka dapat disimpulkan bahwa ide adalah bagian dari diri manusia dan tidak ada manusia yang hidup tanpa ide. Setiap manusia memiliki ide dan tidak ada budaya yang tidak mempertanyakan ide.
Sebagai manusia yang akan memimpin manusia-manusia lainnya, sebagian caleg dan capres bermaksud mengadakan perubahan dalam pembangunan ekonomi. Dan berdasarkan pokok-pokok uraian mereka, perubahan yang dimaksud disini adalah mengubah angka pertumbuhan menjadi di atas 5 persen sambil meningkatkan pemerataan. Tapi, cara memicu pertumbuhan masih sama seperti dulu, yaitu melalui konsep pembangunan ekonomi-teknokratis yang sejalan dengan dengan para pemodal internasional, Bank Dunia dan IMF. Sehinggan tidak dapat dipungkiri bahwa kitalah, masyarakat biasa yang menjadi imbasnya. Kehancuran ekologis, polusi, penggundulan hutan dan rayahan sumber daya alam yang terjadi dimana-mana dan dilakukan oleh pebisnis asing. Memang GDP yang menjadi ukuran pertumbuhan mengalami kenaikan, tapi penduduk lokal hanya menjadi “penonton” dan kita sebagai bangsa menjadi debitor besar di pasar modal internasional. Akibatnya, anak cucu kita yang menderita. Bahkan satu detik setelah mereka dilahirkan, mereka telah ikut menanggung hutang yang ditinggalkan oleh pemimpin-pemimpin bangsa.
Oleh sebab itu, sekaranglah bukanlah saatnya untuk mempertanyakan tentang sistem produktivitas dan efisiensi, melainkan cara/jalan kinerja sistem yang akan menetapkan pertimbangan aksinya sendiri, menentukan alamnya sendiri, independen, dan lepas sama sekali dari kebutuhan rakyat yang hidup dalam alam itu karena ketidaktahuannya. Jadi, dengan “perubahan” di bidang pembangunan ini, di tengah-tengah maraknya kerusakn alam, para caleg dan capres seharusnya menanggapi maksud baiknya sebagai “etika masa depan”, etika yang harus dihayati sekarang untuk dan demi masa depan. Etika inilah yang menjadi pemandu jalannya pembangunan nasional, bukan logika ekonomika pure and simple.

Kritik Artikel “Ihwal Budaya Politik Kita” yang ditulis oleh Masdar Hilmy

Saya setuju dengan pendapat Masdar Hilmy dalam tulisannya yang berjudul “Ihwal Budaya Politik Kita” bahwa para calon anggota legislatif harus menyadari konstelasi politik mutakhir menjadi sesuatu yang imperatif dan mereka bisa belajar dari para senior mereka supaya mereka tidak mengulangi kesalahan yang sama dengan pendahulunya. Mereka harus melakukan perubahan mendasar di tingkat paradigmatik agar masyarakat mau “membeli” apa yang mereka tawarkan. Jika para calon anggota legislatif mengabaikan pengetahuan ini, dapat dipastikan yang terjadi hanyalah repetisi dan replikasi belaka.
Nampaknya pemilihan umum tahun ini tak ada bedanya dengan pemilihan umum sebelumnya. Peristiwa pemilu kali ini juga tampaknya tidak akan membuat masyarakat memiliki harapan dan optimisme baru. Bahkan mungkin masyarakat semakin tidak memiliki kepercayaan pada para anggota legislatif yang mencalonkan diri. Dibenak mereka pasti masih terbayang-bayang para kader-kader partai politik yang jelas-jelas meneriakkan “Bilang tidak pada korupsi!” tapi justru menjadi tersangka utama dalam kasus-kasus korupsi.
Masyarakat dibuat semakin bingung dengan banyaknya calon-calon anggota legislatif yang ada. Sebagian besar masyarakat bahkan tidak mengenal satupun dari para caleg-caleg tersebut. Alhasil, mereka lebih baik golput atau merusak kertas suara daripada mereka memilih orang yang salah untuk memimpin mereka. Akan tetapi, sekarang ini telah banyak masyarakat yang lebih teliti dalam memilih. Walaupun tidak mengenal satupun dari para caleg-caleg tersebut, mereka tetap menggunakan hak mereka dengan baik. Sebelum hari pemilihan umum, mereka yang memiliki waktu luang akan menyempatkan diri untuk mencari tahu siapa calon-calon legislatif di daerah mereka. Melalui media internet, mereka akan mencari tahu mengenai prestasi-prestasi apa saja yang telah diraih oleh para caleg. Dan berbekal informasi tersebut, mereka akan menentukan pilihan mereka. Tapi, bagi mereka yang tidak memiliki waktu, ada yang memilih berdasarkan gelar kesarjanaannya.
Saat ini sebagian besar masyarakat sudah pandai dalam memilih calon pemimpin mereka. Mereka tidak akan memilih caleg yang berpolitik uang hingga timbul jargon “Terima uangnya, jangan pilih orangnya!” Memang seharusnya begitu. Meskipun di Amerika Serikat tidak mempermasalahkan politik uang, tapi di negara kita, Indonesia. Hal tersebut termasuk pelanggaran hukum dan mereka yang melakukan politik uang akan dijatuhkan sangsi. Tapi walaupun begitu toh masih banyak caleg-caleg yang melakukannya tanpa sepengetahuan pihak yang bertanggung jawab.
Menurut Masdar Hilmy, Indonesia menganut budaya politik neopatrimonialisme, yaitu politik yang berjalan secara formal-struktural. Artinya, terdapat pencampuran antara dominasi patrimonial dan birokrasi legal-rasional (Erdmann & Angel, 2006; 18). Dalam politik neopatrimonialisme, pola ketaatan klien kepada patron seringkali didasarkan pada motif-motif ekonomi dan pragmatisme rasional. Oleh sebab itu, kasus korupsi yang terjadi di era Reformasi ini lebih sulit diuraikan karena melibatkan struktur politik birokrasi yang jauh lebih canggih, rumit, dan substil. Korupsi dilakukan bukan secara individual dan dapat diendus secara individual pula, melainkan secara institusional-struktural.
Banyaknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia terjadi karena kurangnya sifat kejujuran dari setiap individu. Hal ini disebabkan karena kita tidak dilatih untuk selalu bersifat jujur dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh, guru tidak akan mengambil tindakan bila melihat siswanya mencontek. Guru hanya akan mengingatkan siswanya secara halus sehingga membuat siswanya mencontek berkali-kali. Padahal ada baiknya guru menghukum siswa yang ketahuan mencontek karena setidaknya hal tersebut akan membuat jera siswa sehingga siswa tersebut tidak akan berbuat curang dalam ulangan lagi. Sebagai generasi muda yang diharapkan oleh negara, sebaiknya kita melatih kejujuran sedari dini untuk mengurangi kasus-kasus korupsi di kemudian hari.

Kritik Artikel “Mahasiswa Asing di Amerika Serikat” yang ditulis oleh Gaia Khairina

Setelah membaca artikel yang ditulis oleh Gaia Khairina, saya menjadi lebih tahu mengenai peran mahasiswa asing yang menuntut ilmu di Amerika Serikat. Ternyata mahasiswa asing membawa dampak yang cukup positif bagi mahasiswa lokal. Mahasiswa lokal berpendapat bahwa keberadaan mahasiswa asing memberi warna dalam kehidupan mereka. Dengan adanya mahasiswa asing, mereka menjadi lebih terbuka pada berbagai kelompok etnis. Mahasiswa asing juga mempermudah mahasiswa lokal dalam mempelajari budaya yang dibawa oleh mahasiswa asing. Contohnya, saat seorang mahasiswa Amerika yang bernama Goldstein berencana magang di Bangladesh. Ia mempelajari budaya-budaya masyarakat Bangladesh melalui temannya yang berasal dari Bangladesh. Bahkan menurutnya, temannya tersebut memperkenalkan kehidupan masyarakat Bangladesh dengan lebih nyata daripada bila ia membacanya buku panduan wisata.
Namun sayangnya, pendapat tersebut hanyalah pendapat mahasiswa lokal saja. Menurut Gaia, masih ada sebagian mahasiswa asing yang hanya bergaul dengan mahasiswa yang satu bahasa dengannya. Misalnya, mahasiswa yang berasal dari Indonesia hanya mau dan ingin bergaul dengan mahasiswa yang berasal dari Indonesia. Hal tersebut terjadi karena ketidakfasihan mahasiswa asing dalam berbahasa Inggris. Padahal sebenarnya mahasiswa lokal tidak mempunyai masalah apabila mahasiswa asing belum lancar berbahasa Inggris. Menurut mereka, justru seharusnya mahasiswa asing lebih banyak bergaul dengan mahasiswa lokal agar memperlancar bahasa Inggris mereka.
Tak hanya kendala bahasa, mahasiswa asing di Amerika Serikat juga tidak percaya diri. Menurut Gaia, hal tersebut terjadi karena pada umumnya mereka merasa kesepian dan kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di sana, yang berbeda dengan kehidupan di negara asal masing-masing.
Gaia Khairina, seorang mahasiswa S-1 jurusan Environmental Science di Clark University, mempunyai solusi untuk permasalahan-permasalahan yang dialami oleh mahasiswa asing di Amerika Serikat. Mereka hanya perlu mengikuti kegiatan-kegiatan kampus di luar kelas agar mereka tidak kesepian sekaligus untuk memperlancar bahasa Inggris mereka. Mahasiswa asing tidak seharusnya merasa rendah diri karena hal tersebut hanya akan memperburuk citra mereka di hadapan mahasiswa lokal sebagai mahasiswa asing.

Kritik Artikel “Agama dan Pemilu” yang ditulis oleh Komaruddin Hidayat

Saya sependapat dengan Komaruddin Hidayat yang mengatakan bahwa pengaruh keagamaan, terutama agama mayoritas yaitu agama Islam, masih sangat kuat di setiap pemilihan umum di Indonesia. Masyarakat masih berpendapat bahwa pemimpin kita haruslah orang yang beragama Islam. Mereka lupa bahwa negara Indonesia bukanlah negara agama. Dalam syarat-syarat menjadi Presiden dan Wakil Presiden pun tidak mengharuskan capres dan cawapresnya adalah orang yang beragama Islam.
Meskipun benar bahwa kepemimpinan yang baik haruslah dengan pemimpin yang baik juga. Dalam konsep Islam, kepemimpinan yang amanah akan terwujud bila pemimpinnya juga amanah. Maksudnya adalah untuk mewujudkan negara yang sesuai dengan konsep Islami, harus diimbangi dengan pemimpin yang berasal dari agama Islam pula. Tapi apakah itu sesuai dengan negara Indonesia yang berpenduduk dengan berbagai agama? Apakah itu adil bagi mereka yang berasal dari agama minoritas? Sempat timbul pendapat yang mengatakan bahwa lebih baik kita mempunyai pemimpin yang bukan beragama Islam tapi memimpin dengan bijak daripada pemimpin yang beragama Islam tapi pelaku korupsi. Pendapat tersebut disanggah oleh seorang mu’alaf yang sekarang aktif berdakwah, yang dikenal dengan nama Ustadz Felix Shiaw. Beliau berpendapat bahwa tidak ada hal yang lebih baik dalam hal keburukan. Menurut beliau pendapat yang mengatakan bahwa lebih baik memiliki pemimpin yang berbeda agama dengan kepemimpinan yang bijak tidaklah benar. Baiknya adalah pemimpinan yang seagama dengan sistem kepemimpinan yang amanah.
Sebenarnya saya juga sependapat denganpendapat Ustadz Felix. Oleh karenanya, kita membutuhkan calon-calon pemimpin yang benar-benar taat pada agama. Yang menjadi pertanyaan adalah seberapa banyak orang yang benar-benar beragama Islam yang mencalonkan diri sebagai pemimpin yang benar-benar amanah? Memang pasti ada, tapi mereka pasti hanya segelintir orang dari sekian banyak calon. Dan karena mereka benar-benar orang yang beragama, mereka juga pasti akan melakukan kampanye sesuai dengan syariat agama. Dengan kata lain, mereka pasti tidak akan menghambur-hamburkan berjuta-juta uang hanya untuk kampanye sehingga membuat mereka tidak terlihat oleh masyarakat karena kurangnya aktivitas kampanye. Bahkan mungkin hanya orang–orang terdekatnya saja yang tahu bahwa ada pemimpin amanah yang sedang memperjuangkan niatnya. Kepopuleran mereka tertutupi oleh calon-calon lain yang arogan dan serakah pada kekuasaan hingga akhirnya calon pemimpin yang amanah tadi tersingkir dengan sendirinya.
Bukan hal aneh lagi bagi kita bila ada orang yang benar-benar baik tersingkir atau kalah oleh orang-orang jahat. Bahkan boleh jadi orang-orang baik yang tak bersalah menjadi kambing hitam atas kesalahan orang-orang yang tak bertanggung jawab.
Menurut saya, tak ada salahnya bila mereka yang berbeda agama menjadi pemimpin di Indonesia selama mereka menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan konsep Islami. Selama mereka tetap menghormati keberadaan agama Islam dan agama lainnya di Indonesia. Selama mereka mampu menciptakan kedamaian serta kerukunan antarumat beragama serta tidak menganaktirikan agama Islam.