Jumat, 29 Juni 2012

Tahi Lalat pada Tubuh Wanita


 Ø  Kening kiri : menerima, ikhlas, sabar.

 Ø  Kening kanan : baik hati, ingat akan hal-hal masa lalu.

 Ø  Pelipis kiri : banyak yang mencintai.

 Ø  Pelipis kanan : sering mencintai orang lain.

 Ø  Kelopak mata kanan : dapat memikat pria.

 Ø  Kelopak mata kiri : selalu patuh dan taat.

 Ø  Kelopak mata bawah kanan : sering bersedih hati.

 Ø  Kelopak mata bawah kiri : selalu minta harta.

 Ø  Bibir kiri atas : bijaksana, tegas sikapnya.

 Ø  Bibir kiri bawah : banyak bicara, sukar dikalahkan.

 Ø  Bibir kanan atas : mudah berjanji.

 Ø  Bibir kanan bawah : gemar berjanji/bersumpah, besar kemauannya.

 Ø  Ubun-ubun : sering mendapat ilham.

 Ø  Kepala kanan : banyak rejeki.

 Ø  Kepala kiri : bisa berkedudukan tinggi.

 Ø  Ujung hidung : setia kepada suami.

 Ø  Hidung kanan : dapat kaya.

 Ø  Hidung kiri : mudah memikat hati.

 Ø  Alis kanan : sabar dan menerima.

 Ø  Alis kiri : selalu rela dan gemar memberi.

 Ø  Telinga kiri : mudah tersinggung.

 Ø  Telinga kanan : mudah marah-marah, kurang sabar.

 Ø  Di antara dua alis : bijaksana, sabar, dapat menyimpan rahasia.

 Ø  Bahu kanan : tahan menderita.

 Ø  Bahu kiri : gemar melakukan tugas berat.

 Ø  Dada kanan : banyak sahabat.

 Ø  Dada kiri : banyak yang mencintai.

 Ø  Payudara kanan : dapat menjadi pengasuh yang baik.

 Ø  Payudara kiri : cinta anak dan keluarga.

 Ø  Perut kanan : betah menderita.

 Ø  Perut kiri : selalu minta diperhatikan.

 Ø  Dekat pusar : serba halus perasaannya.

 Ø  Pantat kanan : dapat menduduki jabatan-jabatan penting.

 Ø  Pantat kiri : bisa berbakat seniwati.

 Ø  Dekat farzi : menyimpan rahasia wanita.

 Ø  Paha kanan : gemar prihatin, berpuasa.

 Ø  Paha kiri : merasa ringan segala pekerjaan.

 Ø  Lutut kanan : bakti orang tua/suami.

 Ø  Lutut kiri : maunya disanjung-sanjung.

 Ø  Betis kanan : inginkan yang lebih tinggi.

 Ø  Betis kiri : banyak kemauan yang indah-indah dan tahan menderita.

 Ø  Tumit kaki kanan : betah menderita.

 Ø  Tumit kaki kiri : selalu mengandalkan suami/hartanya.

 Ø  Telapak kaki kanan : tak mudah putus asa.

 Ø  Telapak kaki kiri : giat bekerja.

 Ø  Jari tangan kanan : suka menolong.

 Ø  Jari tangan kiri : selalu tepat bekerjanya.

 Ø  Telapak tangan kanan : dapat menyimpan harta.

 Ø  Telapak tangan kiri : kalau berdagang sering beruntung.

 Ø  Ibu jari tangan kanan : dapat menguasai.

 Ø  Ibu jari tangan kiri : sering berhasil cita-citanya.

Rabu, 27 Juni 2012

Dolalak Dance from Purworejo


I will explain to you about “Dolalak”...

Dolalak adalah tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Ternyata, selain meninggalkan tempat bersejarah, Belanda juga meninggalkan kesenian tarian tradisional kepada Indonesia khususnya Purworejo. Yap! Tarian Dolalak ini merupakan peninggalan pada masa penjajahan Belanda. Konon katanya, awal kata Dolalak berasal dari not lagu Do dan La karena pada mulanya Tarian Dolalak hanya diiringi dengan alat musik dua nada. Namun, pada saat ini, tarian Dolalak sudah diiringi dengan alat musik yang lebih modern dan lagu-lagunya pun sudah beragam dan bervariasi.

Tau gak sih? Pada mulanya penari Dolalak adalah para lelaki yang berseragam hitam dan bercelana pendek, menirukan seragam tentara Belanda pada zaman dulu. Namun, saat ini kebanyakan penari Dolalak adalah para remaja putri dengan menggunakan seragam-seragam yang dimodifikasi. Satu kelompok penari Dolalak terdiri dari 12 orang penari yang satu gender (laki-laki semua atau perempuan semua). Seragam yang mereka kenakan berupa topi pet (seperti topi petugas stasiun kereta), rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan kaos kaki. Karena para penari Dolalak ini akan menari di atas tikar, maka mereka tidak membutuhkan sepatu sebagai alas kaki mereka.

Yang unik dari tarian Dolalak ini adalah beberapa penari Dolalak bisa mengalami trance, yaitu kondisi dimana mereka tidak sadar karena sudah begitu larut dalam tarian dan musik. Tidak sadar disini bukan berarti mereka pingsan, tetapi mereka seperti tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Biasanya penari yang mengalami trance akan diminta untuk memakan padi, tebu, kelapa, dsb.

Tarian Dolalak ini cukup populer di kalangan generasi muda. Karena Pemerintah Daerah Purworejo terus berusaha mengembangkan dan melestarikan kesenian asli daerah Purworejo ini dengan cara selalu menampilkan tarian ini dalam event-event, seperti Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, Jambore Pramuka, pertunjukkan budaya antardaerah, dsb. Dan hebatnya lagi, tarian ini sudah melanglang buana ke beberapa negara di Asia dan Eropa.

Selasa, 26 Juni 2012

Jatijajar Cave


Assalamu'alaikum, readers....
I will explain all about Jatijajar Cave to all of you... 


Gua Jatijajar merupakan sebuah tempat pariwisata yang berupa gua alam yang terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua ini terbentuk dari batu kapur. Gua ini mempunyai panjang 250 meter dari pintu masuk ke pintu keluar dengan lebar rata-rata 15 meter dan tinggi 12 meter. Ketebalan langit-langit gua ini adalah rata-rata 10 meter dan ketinggiannya sekitar 50 meter dari permukaan air laut.

Awalnya Gua Jatijajar ditemukan oleh seorang petani yang bernama “Jayamenawi” yang memiliki tanah di atas gua tersebut. Begini lho ceritanya! Pada suatu ketika Jayamenawi sedang mengambil rumput, namun  dia terjatuh ke dalam sebuah lubang yang ternyata adalah sebuah lubang ventilasi yang ada di langit-langit gua itu. Lubang ini mempunyai diameter 4 meter dengan tinggi 24 meter dari tanah yang ada dibawahnya. Pada mulanya pintu gua masih tertutup oleh tanah. Setelah tanah yang menutupi pintu gua tersebut dibongkar dan dibuang, maka ditemukanlah pintu gua yang sekarang digunakan sebagai pintu masuk. Karena di depan pintu gua ada dua pohon jati yang tumbuh besar dan sejajar, maka gua tersebut diberi nama “Gua Jatijajar”.

In 1975, Gua Jatijajar di bangun dan dikembangkan menjadi sebuah obyek wisata. Ide pengembangan atau pembangunan Gua Jatijajar berasal dari Bapak Suparjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah. Di dalam Gua Jatijajar ditambah dengan bangunan-bangunan antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam Gua Jatijajar serta pemasangan patung-patung atau diorama. Di dalam Gua Jatijajar terdapat 8 diorama, dan 32 buah patung. Diorama atau patung-patung tersebut mengandung cerita legenda dari Raden Kamandaka – Lutung Kasarung. Konon, pada zaman dahulu kala Gua Jatijajar pernah digunakan untuk bertapa oleh Raden Kamandaka, Putera Mahkota dari Kerajaan Padjajaran.


Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 sungai atau sendang, namun yang dapat dijangkau dengan mudah hanya 4 sendang, yaitu: Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Konon, air pada Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor mempunyai khasiat yaitu dapat digunakan untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan air pada Sendang Mawar bisa membuat awet muda jika digunakan untuk mandi atau cuci muka. Dan jika kita menggunakan air pada Sendang Kantil untuk mandi atau cuci muka, maka niat/cita-cita kita akan mudah tercapai.

Di dalam Gua Jatijajar juga terdapat stalagmit dan Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara stalagtit dan stalagmit. Kesemuanya itu terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan betu-betu kapur. Menurut penelitian para ahli, pembentukan stalagtit dibutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun, pembentukan stalagtit yang paling tebal hanyalah setebal 1 cm saja. Bisa dibayangkan seberapa tuanya Gua Jatijajar saat ini. Karena usianya yang sudah tua itu, maka di muka Gua Jatijajar dibangun sebuah patung binatang purba, Dino Saurus. Dari mulut patung Dino Saurus itu keluar air yang berasal dari Sendang Kantil dan Sendang Mawar yang tidak pernah kering sepanjang tahunnya.


Untuk dapat menikmati tempat wisata yang terbuat dari batuan alami ini, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 5000..

www.gunadarma.ac.id

Pengaruh Warna pada Wanita

merah : berani berbuat, pantang mundur.

hitam : mempunyai dua sifat, berbudi baik dan dapat berubah sebaliknya. sering gelap pikirannya, tetapi sering juga hidup tenang.

biru : sifatnya selalu menghendaki keadilan.

hijau : sifatnya tenang dan berserah diri mau menerima apa adanya.

putih : selalu berbuat kebajikan. dan tidak suka perbuatan-perbuatan yang mungkar.

kuning : hati selalu berdebar-debar dan penuh kegembiraan.

ungu : kepentingan sendirilah yang selalu dipikirkan, tanpa memikirkan kepentingan bersama. sifatnya tidak sosial, kikir terhadap orang sesamanya.