I will explain to you about “Dolalak”...
Dolalak adalah tarian tradisional yang berasal dari
Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Ternyata, selain meninggalkan tempat bersejarah, Belanda
juga meninggalkan kesenian tarian tradisional kepada Indonesia khususnya Purworejo. Yap!
Tarian Dolalak ini merupakan peninggalan pada masa penjajahan Belanda. Konon
katanya, awal kata Dolalak berasal dari not lagu Do dan La karena pada mulanya
Tarian Dolalak hanya diiringi dengan alat musik dua nada. Namun, pada saat ini,
tarian Dolalak sudah diiringi dengan alat musik yang lebih modern dan lagu-lagunya pun sudah beragam dan bervariasi.
Tau gak sih? Pada mulanya penari Dolalak adalah para lelaki
yang berseragam hitam dan bercelana pendek, menirukan seragam tentara Belanda
pada zaman dulu. Namun, saat ini kebanyakan penari Dolalak adalah para remaja
putri dengan menggunakan seragam-seragam yang dimodifikasi. Satu kelompok
penari Dolalak terdiri dari 12 orang penari yang satu gender (laki-laki semua
atau perempuan semua). Seragam yang mereka kenakan berupa topi pet (seperti
topi petugas stasiun kereta), rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan kaos
kaki. Karena para penari Dolalak ini akan menari di atas tikar, maka mereka tidak
membutuhkan sepatu sebagai alas kaki mereka.
Yang unik dari tarian Dolalak ini adalah beberapa penari
Dolalak bisa mengalami trance, yaitu
kondisi dimana mereka tidak sadar karena sudah begitu larut dalam tarian dan
musik. Tidak sadar disini bukan berarti mereka pingsan, tetapi mereka seperti
tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Biasanya penari yang mengalami trance akan diminta untuk memakan padi,
tebu, kelapa, dsb.
Tarian Dolalak ini cukup populer di kalangan generasi muda. Karena
Pemerintah Daerah Purworejo terus berusaha mengembangkan dan melestarikan kesenian
asli daerah Purworejo ini dengan cara selalu menampilkan tarian ini dalam event-event,
seperti Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, Jambore Pramuka,
pertunjukkan budaya antardaerah, dsb. Dan hebatnya lagi, tarian ini sudah
melanglang buana ke beberapa negara di Asia dan Eropa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar