Selasa, 26 Juni 2012

Jatijajar Cave


Assalamu'alaikum, readers....
I will explain all about Jatijajar Cave to all of you... 


Gua Jatijajar merupakan sebuah tempat pariwisata yang berupa gua alam yang terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua ini terbentuk dari batu kapur. Gua ini mempunyai panjang 250 meter dari pintu masuk ke pintu keluar dengan lebar rata-rata 15 meter dan tinggi 12 meter. Ketebalan langit-langit gua ini adalah rata-rata 10 meter dan ketinggiannya sekitar 50 meter dari permukaan air laut.

Awalnya Gua Jatijajar ditemukan oleh seorang petani yang bernama “Jayamenawi” yang memiliki tanah di atas gua tersebut. Begini lho ceritanya! Pada suatu ketika Jayamenawi sedang mengambil rumput, namun  dia terjatuh ke dalam sebuah lubang yang ternyata adalah sebuah lubang ventilasi yang ada di langit-langit gua itu. Lubang ini mempunyai diameter 4 meter dengan tinggi 24 meter dari tanah yang ada dibawahnya. Pada mulanya pintu gua masih tertutup oleh tanah. Setelah tanah yang menutupi pintu gua tersebut dibongkar dan dibuang, maka ditemukanlah pintu gua yang sekarang digunakan sebagai pintu masuk. Karena di depan pintu gua ada dua pohon jati yang tumbuh besar dan sejajar, maka gua tersebut diberi nama “Gua Jatijajar”.

In 1975, Gua Jatijajar di bangun dan dikembangkan menjadi sebuah obyek wisata. Ide pengembangan atau pembangunan Gua Jatijajar berasal dari Bapak Suparjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah. Di dalam Gua Jatijajar ditambah dengan bangunan-bangunan antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam Gua Jatijajar serta pemasangan patung-patung atau diorama. Di dalam Gua Jatijajar terdapat 8 diorama, dan 32 buah patung. Diorama atau patung-patung tersebut mengandung cerita legenda dari Raden Kamandaka – Lutung Kasarung. Konon, pada zaman dahulu kala Gua Jatijajar pernah digunakan untuk bertapa oleh Raden Kamandaka, Putera Mahkota dari Kerajaan Padjajaran.


Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 sungai atau sendang, namun yang dapat dijangkau dengan mudah hanya 4 sendang, yaitu: Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Konon, air pada Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor mempunyai khasiat yaitu dapat digunakan untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan air pada Sendang Mawar bisa membuat awet muda jika digunakan untuk mandi atau cuci muka. Dan jika kita menggunakan air pada Sendang Kantil untuk mandi atau cuci muka, maka niat/cita-cita kita akan mudah tercapai.

Di dalam Gua Jatijajar juga terdapat stalagmit dan Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara stalagtit dan stalagmit. Kesemuanya itu terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan betu-betu kapur. Menurut penelitian para ahli, pembentukan stalagtit dibutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun, pembentukan stalagtit yang paling tebal hanyalah setebal 1 cm saja. Bisa dibayangkan seberapa tuanya Gua Jatijajar saat ini. Karena usianya yang sudah tua itu, maka di muka Gua Jatijajar dibangun sebuah patung binatang purba, Dino Saurus. Dari mulut patung Dino Saurus itu keluar air yang berasal dari Sendang Kantil dan Sendang Mawar yang tidak pernah kering sepanjang tahunnya.


Untuk dapat menikmati tempat wisata yang terbuat dari batuan alami ini, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 5000..

www.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar