Assalamu'alaikum, readers....
I will explain all about Jatijajar Cave to all of you...
Gua
Jatijajar merupakan sebuah tempat pariwisata yang berupa gua alam yang terletak
di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua ini terbentuk dari
batu kapur. Gua ini mempunyai panjang 250 meter dari pintu masuk ke pintu
keluar dengan lebar rata-rata 15 meter dan tinggi 12 meter. Ketebalan
langit-langit gua ini adalah rata-rata 10 meter dan ketinggiannya sekitar 50 meter
dari permukaan air laut.
Awalnya
Gua Jatijajar ditemukan oleh seorang petani yang bernama “Jayamenawi” yang
memiliki tanah di atas gua tersebut. Begini lho ceritanya! Pada suatu ketika Jayamenawi sedang
mengambil rumput, namun dia terjatuh ke dalam sebuah lubang yang ternyata adalah sebuah lubang ventilasi yang ada di langit-langit gua
itu. Lubang ini mempunyai diameter 4 meter dengan tinggi 24 meter dari tanah
yang ada dibawahnya. Pada mulanya pintu gua masih tertutup oleh tanah. Setelah
tanah yang menutupi pintu gua tersebut dibongkar dan dibuang, maka
ditemukanlah pintu gua yang sekarang digunakan sebagai pintu masuk. Karena di
depan pintu gua ada dua pohon jati yang tumbuh besar dan sejajar, maka gua
tersebut diberi nama “Gua Jatijajar”.
In 1975, Gua Jatijajar di bangun dan dikembangkan menjadi sebuah obyek
wisata. Ide pengembangan atau pembangunan Gua Jatijajar berasal dari Bapak
Suparjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah. Di dalam Gua Jatijajar ditambah dengan bangunan-bangunan antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai
penerangan, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang
masuk ke dalam Gua Jatijajar serta pemasangan patung-patung atau diorama. Di
dalam Gua Jatijajar terdapat 8 diorama, dan 32 buah patung. Diorama atau
patung-patung tersebut mengandung cerita legenda dari Raden Kamandaka – Lutung Kasarung.
Konon, pada zaman dahulu kala Gua Jatijajar pernah digunakan untuk bertapa oleh
Raden Kamandaka, Putera Mahkota dari Kerajaan Padjajaran.
Di
dalam Gua Jatijajar terdapat 7 sungai atau sendang, namun yang dapat dijangkau
dengan mudah hanya 4 sendang, yaitu: Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor,
Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Konon, air pada Sendang Puser Bumi dan
Sendang Jombor mempunyai khasiat yaitu dapat digunakan untuk segala macam
tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan air pada Sendang Mawar bisa
membuat awet muda jika digunakan untuk mandi atau cuci muka. Dan jika kita
menggunakan air pada Sendang Kantil untuk mandi atau cuci muka, maka niat/cita-cita
kita akan mudah tercapai.
Di
dalam Gua Jatijajar juga terdapat stalagmit dan Pilar atau Tiang Kapur, yaitu
pertemuan antara stalagtit dan stalagmit. Kesemuanya itu terbentuk dari endapan
tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan betu-betu kapur. Menurut
penelitian para ahli, pembentukan stalagtit dibutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam
satu tahun, pembentukan stalagtit yang paling tebal hanyalah setebal 1 cm saja. Bisa
dibayangkan seberapa tuanya Gua Jatijajar saat ini. Karena usianya yang sudah
tua itu, maka di muka Gua Jatijajar dibangun sebuah patung binatang purba, Dino
Saurus. Dari mulut patung Dino Saurus itu keluar air yang berasal dari Sendang Kantil dan
Sendang Mawar yang tidak pernah kering sepanjang tahunnya.
www.gunadarma.ac.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar