Sebenarnya apa sih emosi itu? Emosi
itu adalah amarah, kekesalan, kejengkelan terhadap seseorang atau sesuatu. Kejengkelan
atau kekesalan yang sudah dipendam terlalu lama bisa menyebabkan timbulnya
emosi. Biasanya orang yang sedang emosi akan menunjukkan beberapa sikap atau
perilaku sebagai berikut.
·
membentak atau berteriak kepada lawan
bicara
·
memukul lawan bicara
·
berkata kasar pada lawan bicara
·
membanting atau memukul benda-benda
disekitarnya
·
tidak menanggapi lawan bicara, dan
sebagainya.
Biasanya orang yang emosi tidak
mau orang lain tahu bahwa dirinya adalah orang yang lemah. Dan hal-hal diatas
mereka lakukan untuk menutupi kekurangan ataupun kesalahannya.
Emosi merupakan pencerminan dari
sikap egois kita. Pernah liat orang yang sedang emosi kan? Jelas sekali
terlihat betapa egoisnya seseorang ketika emosi. Saat emosi, kita akan merasa
diri kitalah yang paling benar dan tidak peduli pada pendapat orang lain. Saat
emosi, kita tidak akan mempedulikan bagaimana perasaan orang lain. Saat emosi
kita tidak akan peduli terhadap lingkungan disekitar kita. Bahkan kita tidak
akan menyadari kata-kata yang telah kita ucapkan, yang bisa jadi kata-kata
tersebut menyakiti perasaan lawan bicara kita. Sebaiknya ketika emosi kita
harus bisa mengendalikan dan memikirkan kembali apa yang akan kita ucapkan. Karena
jika kita sudah mengucapkan kata-kata kasar dan menyakiti perasaan lawan bicara
kita, kata-kata kita akan terus diingat oleh lawan bicara kita meskipun
kata-kata tersebut telah kita ucapkan berpuluh-puluh tahun yang lalu.
Sadarkah kita ketika emosi pikiran
kita menjadi tidak karuan? Ya, emosi menjadikan kita tidak bisa berpikir jernih
dalam menghadapi masalah. Itu sebabnya sering terjadi perkelahian yang diawali
dengan emosi yang tidak bisa dikendalikan. Walaupun sebenarnya masalah yang
kita hadapi tersebut sangatlah sederhana, namun apabila emosi telah ikut campur
dalam masalah kecil yang kita hadapi dan kita tidak bisa mengendalikan emosi
kita, masalah tersebut akan menjadi masalah besar yang tidak ada gunanya. Oleh
sebab itu, kita harus senantiasa membiasakan diri untuk mengendalikan emosi dan
berpikir jernih dalam menghadapi setiap masalah dan tidak mempermasalahkan
hal-hal yang sepele.
Sebenarnya saat kita emosi, semua
otot-otot yang ada di tubuh kita ikut menegang. Oleh karena itu setelah kita
emosi kita akan merasa lelah, gerah, dan sebagainya. Emosi sangatlah
berpengaruh terhadap kesehatan kita. Emosi menyebabkan darah yang ada di dalam
tubuh kita mengalir ke atas, sehingga bisa menyebabkan penyakit tekanan darah
tinggi. Bukan hanya penyakit tekanan darah tinggi saja, emosi juga bisa
menyebabkan berbagai macam penyakit dalam lainnya, seperti stress, kolesterol, stroke,
penyakit jantung, dan sebagainya.
Emosi tidak timbul dengan
sendirinya atau tanpa adanya alasan yang jelas, kecuali untuk orang dengan
sifat tempramen, karena emosi bukanlah sesuatu yang bersifat spontanitas. Ada
beberapa orang yang lebih memilih memikirkan untuk perlu emosi apa tidak
sebelum akhirnya emosi. Ada juga yang tanpa pikir panjang langsung menyemprot
lawan bicara dengan berteriak dan membentak-bentaknya. Emosi itu adalah
pilihan. Emosi akan menunjukkan kepada khalayak siapa kita dan seperti apa kita
sebenarnya. Walaupun kita berusaha menjaga image
di depan orang lain dengan bersikap kalem dan pendiam, namun bila kita
menghadapi masalah dengan emosi tak bisa dipungkiri lagi nama baik kita pasti
langsung tercoreng.
Beberapa hal yang bisa menyebabkan
timbulnya emosi adalah sebagai berikut.
·
Faktor usia
Usia sangatlah
mempengaruhi emosional seseorang. Semakin tua usia seseorang, semakin
bijaksanalah orang tersebut. Karena orang yang lebih tua biasanya lebih banyak
pengalaman dalam menghadapi masalah dan banyak belajar dari masalah-masalah
tersebut. Oleh sebab itu, banyak perkelahian atau sejenisnya yang dilakukan
oleh anak-anak muda. Jarang kan kita melihat ada tawuran yang didominasi oleh
sekelompok orang dengan usia lebih dari 50 tahun? Hal tersebut terjadi karena
anak-anak muda bersifat lebih sensitf dan lebih mengutamakan emosi mereka
daripada membicarakannya secara kekeluargaan.
·
Kedewasaan
Usia bukanlah
pengukur tingkat kedewasaan seseorang. Walaupun masih berusia belasan tahun,
jika kita sudah menghadapi masalah dengan bijaksana dan tidak mengutamakan
emosi, apa salahnya? Lebih cepat bisa mengendalikan emosi kan juga lebih baik.
·
Jenis kelamin
Jenis kelamin (gender) juga mempengaruhi timbulnya
emosi. Biasanya hal ini terjadi pada kaum perempuan. Karena perempuan lebih
perasa dan selalu melibatkan perasaan dalam setiap masalah. Berbeda dengan laki-laki
yang selalu menggunakan logika bila menghadapi masalah. Namun, banyak juga
laki-laki yang tidak menggunakan logikanya dalam menghadapi masalah dan lebih
mementingkan emosinya.
·
Tempramen
Tempramen
adalah suasana hati yang menjadi ciri khas kehidupan emosional seseorang. Memang
ada beberapa orang yang memiliki sifat tempramen seperti ini. Selalu emosi
dalam menghadapi setiap masalah. Bahkan terkadang tiba-tiba emosi tanpa ada
yang tahu apa alasannya. Biasanya orang tempramen sangat tergantung dengan
suasana hatinya dan emosi akan timbul bila suasana hatinya sedang tidak baik.
·
Kesabaran.
Setiap manusia
pasti memiliki kesabaran di dalam dirinya. Yang menjadi masalah disini adalah
seberapa lama kesabaran tersebut bisa bertahan dan menghindari timbulnya emosi
yang bisa merugikan kedua belah pihak. Semakin lama kesabaran tersebut
bertahan, semakin sedikit emosi yang timbul di muka bumi. Contohnya saja saat
kita menunggu koneksi internet yang sedang bermasalah. Jika orang yang tidak
mempunyai kesabaran lebih, maka orang tersebut bisa saja menghadapi hal sepele
tadi dengan marah-marah, mengumpat, dan sebagainya. Padahal sebenarnya hal
tersebut sangatlah tidak perlu dilakukan karena sangat membuang-buang tenaga
dan energi kita.
·
Ketidakcocokan pemikiran antara kita
dan orang lain
Berbeda
pendapat dengan orang lain adalah hal biasa yang sering terjadi dalam
kehidupan. Hal inilah yang bisa menimbulkan terjadinya emosi. Saat kita berbeda
pendapat dengan orang lain dan kita merasa pendapat kitalah yang paling benar,
kita akan langsung tersulut emosi. Padahal belum tentu pendapat kitalah yang
terbaik. Ada baiknya ada pihak ketiga yang bisa mengambil keputusan untuk mana
yang lebih baik. Karena biasanya orang yang tidak terlibat dan tidak tahu
menahu tentang perdebatan tersebut mempunyai sudut pandang yang lebih umum yang
tidak merugikan pihak manapun.
·
Berpikiran negatif
Berpikiran negatif
sangatlah dilarang oleh agama dan kita diharuskan untuk selalu berpikiran
positif tentang orang lain. Karena ternyata berpikiran negatif juga bisa
menimbulkan emosi. Ternyata emosi juga bisa timbul karena bagaimana pendapat
kita tentang orang lain. Jika kita sudah terlanjur berpikiran negatif tentang
orang lain, apapun yang dikatakan dan dilakukan oleh orang tersebut bisa
menyulut emosi kita. Jika kita selalu berpikiran negatif pada orang lain dan
tidak pernah melihat sisi positifnya, kita akan selalu merasa emosi dengan apa
saja yang dia lakukan. Bahkan dengan melihat wajahnya saja kita bisa emosi bila
terus menerus berpikiran negatif tentang orang lain.
·
Lapar
Emosi juga bisa
timbul saat seseorang sedang lapar. Itu sebabnya ada pepatah mengatakan jangan
pernah berdebat dengan orang yang sedang lapar. Karena ternyata saat kita
sedang lapar, hawa negatif terutama emosi lebih mudah masuk ke dalam diri kita.
·
dan masih banyak lagi
Sebagai manusia yang kurang dari
sempurna, kita pasti mempunyai emosi dengan kadarnya masing-masing. Ada yang
lebih cepat emosi, ada juga yang lebih sabar dan lebih bisa mengontrol
emosinya. Setidaknya kita harus bisa menimimalisir emosi kita bila kita tidak
bisa menghilangkan emosi kita demi terjaganya perdamaian dunia. Karena emosi
tidak bisa hilang begitu saja, tentu ada proses-prosesnya. Semakin matang dan
dewasa pemikiran kita, maka emosi yang ada di dalam diri kita juga akan dengan
semakin mudah dikendalikan. Ingatlah bahwa setiap perdebatan, pertengkaran,
perkelahian, dan sebagainya yang pernah terjadi dalam kehidupan kita pasti
diawali tidak jauh dari emosi.
Untuk membina kehidupan yang lebih
baik dengan lingkungan sekitar, kita harus bisa mengendalikan emosi kita karena
emosi sangatlah merugikan untuk diri sendiri maupun orang lain. Beberapa cara
yang dapat kita lakukan untuk mengendalikan emosi adalah sebagai berikut.
·
Sesaat sebelum emosimu terpancing,
usahakan untuk diam sejenak. Hindari mengatakan kata-kata kasar yang bisa
menyakiti lawan bicara karena efek sampingnya bisa melekat sampai puluhan tahun
ke depan. Mungkin kita akan secara tidak sengaja dan refleks mengatakan
kata-kata tersebut namun ada baiknya kita memikirkannya terlebih dulu sebelum
mengucapkannya.
·
Tarik napas dalam-dalam dan tahan
selama sepuluh detik. Hal ini efektif untuk mencegah timbulnya emosi yang ada
di dalam diri kita. Karena saat emosi, darah yang ada di dalam diri kita
mengalir naik. Namun, ketika kita menarik napas tadi, oksigen akan masuk ke
dalam ke ruang otak kita dan membuat kita menjadi lebih rileks dan tenang.
·
Ingatlah bahwa kita hanya manusia biasa
yang bisa saja melakukan kesalahan apapun baik disengaja maupun tidak
disengaja. Bayangkan bila kita ada di posisinya. Kita pasti tidak mau tiba-tiba
dimarahi orang lain bila kesalahan yang kita lakukan merupakan kesalahan yang
tidak disengaja. Dan cobalah untuk bisa memaafkan orang lain. Karena dengan
saling memaafkan emosi yang ada di dalam diri kita bisa dengan mudah mereda.
·
Pikirkan semua hal-hal positif yang
pernah dilakukan oleh orang lain pada kita. Karena semua yang terjadi dalam
hidup kita berasal dari pikiran-pikiran kita. Bila kita berpikiran positif pada
orang lain maka kita akan bisa merasakan kebaikan-kebaikan orang lain dan kita
tidak akan dengan mudah emosi kepada orang lain.
·
Pikirkan semua hal yang akan terjadi
jika kita emosi di depan umum. Nama baik yang telah kita bangun selama
bertahun-tahun akan tercoreng dengan emosi yang hanya berlangsung beberapa
menit saja. Jangan biarkan emosi menguasai dirimu dan jangan terus menerus
larut dalam emosi karena hal itu sangatlah tidak sedap bila dipandang mata dan
sangatlah tidak baik untuk kesehatan kita.
·
Jangan jadikan emosi sebagai prioritas
pertama dalam menghadapi masalah kita. Jangan menganggap bahwa emosi bisa
menyelesaikan masalah-masalah kita. Salah besar. Masalah akan terselesaikan
dengan baik bila kita menyelesaikan dengan baik-baik juga.
Jadi, para sahabat-sahabatku
sekalian, marilah kita kendalikan emosi kita betapapun susahnya itu. Karena emosi
sama sekali tidak ada manfaatnya, malah cenderung mengakibatkan banyak
kerugian. Untuk diri kita sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitarnya. Tubuh
kita menjadi rentan terhadap berbagai penyakit, orang lain menjauhi kita dan
tidak sudi untuk berteman dengan kita jika kita masih memelihara emosi di dalam
diri kita. Bahkan orang yang tidak kenal dengan kita akan menjudge kita sebagai pribadi yang buruk
saat melihat kita emosi. Gak mau kan orang tiba-tiba orang menjudge kita sebagai orang yang emosional
padahal kita tidak kenal dengan orang tersebut.
Orang yang tidak bisa
mengendalikan emosinya termasuk dalam orang-orang yang lemah. Jika orang sudah
mengutamakan emosi, pasti akan terjadi keributan dimana-mana. Tidak akan ada
perdamaian di muka bumi ini. Walaupun emosi sangat susah untuk dikendalikan,
tapi apa salahnya mencoba mengendalikannya? Kalau sudah terbiasa gak akan susah
kok. Biasakan untuk terbiasa tidak mengutamakan emosi dalam menghadapi setiap
masalah.
Referensi:
Bahaya banget serangan jantung ini
BalasHapus