Nama Kelompok: 1.
Ayu Fitria Sani
2.
Novia Giandni
3.
Puput Septia Herawati
4.
Sintia Trijayanti
Kelas : 2SA02
Tugas ini kami buat sebagai salah satu
tugas mata kuliah softskill kewirausahaan
di semester ATA 2012/2013. Salah satu usahanya adalah tentang pengajuan kredit
mikro. Kelompok kami bertanya pada salah satu bank yaitu Bank Rakyat Indonesia
(BRI). Disini kami akan memberikan penjelasan tentang pengajuan kredit mikro di
bank tersebut.
Awalnya, kami pikir untuk pengajuan kredit
mikro ini bisa di Bank BRI mana saja. Sehingga kami memilih untuk mendatangi
Bank BRI yang berada di depan Kantor Walikota Depok. Disini adalah BRI KC Depok,
dan ternyata setelah kita sampai dan menghadap ke pihak customer service kita
diberi penjelasan kalau di BRI KC Depok tidak melayani tentang peminjaman
kredit Mikro tersebut maka kami diarahkan untuk mendatangi BRI Unit Margonda
yang berada di Jl. Arif Rahman Hakim. Letaknya tepat sekali di lampu merah STM
yang mau kearah fly over. Disinilah
akhirnya kita mendapatkan informasi ataupun pengetahuan kalau ternyata untuk
pengajuan kredit mikro tidak dapat dilakukan di semua bank, ada bagian-bagiannya
masing-masing. Setidaknya informasi ini dapat membantu mengingatkan untuk anda
yang ingin mengajukan kredit mikro.
Pengertian Kredit
Mikro
Kredit mikro adalah salah satu bentuk
pinjaman yang akan di berikan oleh pihak bank kepada usaha mikro yang bertujuan
untuk membantu kelancaran usaha. Ini berarti berlaku untuk pemilik usaha yang
usahanya sudah berjalan. Pinjaman ini tidak berlaku untuk pengadaan Modal Awal
Usaha. Yang bisa mengajukan kredit mikro adalah usaha yang sudah berjalan
kurang lebih selama 6 bulan.
Jenis Pinjaman Kredit
Mikro Bank BRI
Menurut informasi yang kami dapat beberapa
waktu yang lalu, pinjaman kredit mikro yang disediakan oleh pihak Bank BRI itu
dibedakan menjadi 2 yaitu KUR dan KUPEDES. KUR dan KUPEDES adalah salah satu
fasilitas kredit yang disediakan oleh BRI Unit (bukan oleh kantor cabang BRI
atau bank lain) untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha kecil yang layak.
Perbedaan KUR dan
KUPEDES
KUR adalah pinjaman dari mulai satu juta
sampai dua puluh juta rupiah. Usaha ini adalah usaha-usaha yang tidak terlalu
besar, seperti : usaha kebab, warung-warung kecil, dan sejenisnya. Di dalam KUR
tidak ada biaya administrasi seperti biaya percetakan, BPN, dll. Pihak
pengajuan kredit hanya membayar biaya materai.
Sedangkan KUPEDES adalah pinjaman dalam
jenis usaha besar seperti usaha rumah makan, kontrakan, dll yang memiliki
keuntungan yang besar juga. Pinjaman ini dimulai dari satu juta sampai seratus
juta rupiah. Apabila sudah diatas seratus juta rupiah,itu sudah tidak tergolong
lagi kedalam jenis usaha mikro tetapi suadah berbeda lagi jenis pinjamannya.
Untuk pinjaman diatas seratus juta rupiah baru kita dapat
mengajukan pinjaman di BRI KC Depok, pinjaman ini biasanya diajukan oleh para
perusahaan-perusahaan.
Langkah-Langkah
Pengajuan Pinjaman
Untuk langkah-langkah pengajuan pinjaman ini
ternyata tidak telalu sulit ataupun merepotkan. Di BRI kita dapat dengan mudah
mengajukan pinjaman kredit mikro, asalkan usaha yang kita ajukan sudah berjalan
kurang lebih selama 6 bulan. Mengapa harus usaha yang sudah berjalan? Karena pinjaman ini adalah bertujuan untuk
membantu mengembangkan usaha, dan apabila usaha itu sudah berjalan berarti
usaha itu sudah bisa dibilang usaha yang sudah jelas keberadaanya dan dapat
dipercaya.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Di
BRI kita tidak perlu menyiapkan proposal usaha, proposal usaha hanya diperlukan
untuk usaha besar ataupun pinjaman uang diatas 100 juta rupiah.
2. Siapkan
berkas-berkas yang diperlukan seperti:
a.
Foto copy KTP
b.
Pas photo 4x6
c.
Apabila sudah menikah, lampirkan foto copy surat
nikah dan pas photo suami-istri.
d.
Surat Izin Usaha (SIUP, SITU, dll)
e.
Untuk KUR : BPKB motor/mobil
f.
Untuk KUPEDES : Surat/Akta Tanah.
3. Nasabah
Pergi atau datang ke Bank BRI Unit (karna kita adalah pengajuan mikro).
4. Temui
Customer Service.
5. Ajukan
dan jelaskan jenis pinjaman yang kita inginkan.
6. Jelaskan
Usaha yang kita punya.
7. Nasabah
akan dimintai data keterangan nasabah oleh customer service sebagai data dan
untuk pemberian informasi selanjutnya ketika ada kegiatan survei.
8. Pihak
Bank akan menginformasikan kegiatan survei setelah 2 atau 3 hari setelah
pengajuan.
9. Dilakukannya
survei tempat usaha, serta rumah nasabah oleh pihak bank yang disebut dengan
mantri. Disini pihak bank akan mengecek tentang kelayakan nasabah dan kejelasan
usaha yang anda miliki.
10. Setelah
proses survei, pihak bank akan melakukan check
nama nasabah di data BI CHECKING. Apakah nasabah ini adalah nasabah yang
bermasalah atau tidak.
11. Apabila
di BI CHECKING nama nasabah tidak bermasalah, data nasabah akan di kirim ke pihak
pimpinan cabang atau kepala unit untuk di approve.
12. Pihak
bank akan menghubungi nasabah apabila sudah disetujui oleh pihak pimpinan.
Mungkin hanya informasi ini yang dapat kami
sampaikan, setidaknya semoga dapat membantu bagi kalian yang ingin mengajukan
pinjaman terutama ke Bank BRI. Karena dari beberapa proses inilah, pihak Bank
BRI pun meminta maaf apabila proses pinjaman di Bank BRI mungkin lebih lama
dibandingkan dengan pihak bank lain. Pihak BRI tidak ingin sembarangan memberikan
pinjaman. Oleh karena itu, butuh proses untuk mengesahkan tentang kelayakan
usaha. Bukan hanya karena prosesnya, tetapi ini juga dikarenakan terlalu banyaknya
nasabah BRI. Terimakasih
Tidak ada komentar:
Posting Komentar