Pemandangan Vihara Dewi Kwan Im atau Vihara Buddhayana atau Kelenteng Burong Mandi
Anak tangga untuk menuju ke Vihara Dewi Kwan Im.
Pada umumnya, bentuk vihara yang juga dikenal dengan Vihara Buddhayana ini tidak berbeda jauh dengan vihara-vihara lain, namun Vihara Dewi Kwan Im merupakan vihara tertua di Belitung. Vihara ini dibangun sejak tahun 1747, sehingga hingga saat ini vihara ini telah berumur 266 tahun.
Vihara yang dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Kelenteng Burong Mandi ini merupakan tempat ibadah bagi umat Budha di Belitung dan merupakan bukti sejarah adanya peradaban Budha di Pulau Belitung.
.jpg&container=blogger&gadget=a&rewriteMime=image%2F*)
Salah satu sudut dari Vihara Buddhayana yang merupakan tempat ibadah bagi umat Budha di Belitung.
Di dalam vihara ini terdapat kolam dimana kita diperbolehkan melempar koin sambil mengucapkan permohonan kita. Kolam ini disebut dengan Kolam Tujuh Bidadari dimana kita dapat meminum airnya karena air di dalam kolam ini berasal dari air sumur yang masih alami, jernih, bersih, dan menyegarkan. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, di dalam sumurnya terdapat seekor naga yang menjaga sumur dan kejernihan serta kekhasiatan airnya.
Tidak jauh dari vihara ini terdapat aliran sungai yang menambah kesejukan dan harmoni di dalam vihara ini. Ada sebuah mitos yang beredar di masyarakt sekitar vihara bahwa air sungai tersebut dapat menyembuhkan penyakit, menjadikan awet muda, bahkan meminta sesuatu yang diinginkan.
Karena Vihara Buddhayana ini dibangun diatas bukit kecil, dari atas vihara ini kita dapat menikmati pemandangan Pantai Burung Mandi yang letaknya tidak jauh dari vihara. Tak jauh dari vihara ini juga terdapat Pantai Bukit Batu.
Vihara yang dikenal oleh masyarakat sekitar dengan nama Kelenteng Burong Mandi ini merupakan tempat ibadah bagi umat Budha di Belitung dan merupakan bukti sejarah adanya peradaban Budha di Pulau Belitung.
Salah satu sudut dari Vihara Buddhayana yang merupakan tempat ibadah bagi umat Budha di Belitung.
Di dalam vihara ini terdapat kolam dimana kita diperbolehkan melempar koin sambil mengucapkan permohonan kita. Kolam ini disebut dengan Kolam Tujuh Bidadari dimana kita dapat meminum airnya karena air di dalam kolam ini berasal dari air sumur yang masih alami, jernih, bersih, dan menyegarkan. Menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa, di dalam sumurnya terdapat seekor naga yang menjaga sumur dan kejernihan serta kekhasiatan airnya.
Tidak jauh dari vihara ini terdapat aliran sungai yang menambah kesejukan dan harmoni di dalam vihara ini. Ada sebuah mitos yang beredar di masyarakt sekitar vihara bahwa air sungai tersebut dapat menyembuhkan penyakit, menjadikan awet muda, bahkan meminta sesuatu yang diinginkan.
Karena Vihara Buddhayana ini dibangun diatas bukit kecil, dari atas vihara ini kita dapat menikmati pemandangan Pantai Burung Mandi yang letaknya tidak jauh dari vihara. Tak jauh dari vihara ini juga terdapat Pantai Bukit Batu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar