Sabtu, 29 September 2012

Can You Hear My Heart?


Title: 내 마음이 들리니 / Nae Maeumi Deulrini
Also known as: Do You Hear My Heart
Genre: Romance, drama
Episodes: 30


Cast
Kim Jae Won as Cha Dong Joo
Kang Chan Hee (강찬희) as young Dong Joo
Hwang Jung Eum as Bong Woo Ri
Kim Sae Ron as young Woo Ri
Nam Goong Min as Jang Joon Ha
Seo Young Joo as young Joon Ha / Bong Ma Roo

Extended Cast
Go Joon Hee as Kang Min Soo
Lee Kyu Han as Lee Seung Chul
Jung Bo Suk as Bong Young Kyu
Lee Hye Young as Tae Yeon Sook
Song Seung Hwan as Choi Jin Chul
Yoon Yeo Jung as Hwang Soon Geum
Kang Moon Young (강문영) as Kim Shin Ae
Kim Yeo Jin as Na Mi Sook
Lee Sung Min as Seung Chul's father
Hwang Young Hee (황영희) as Seung Chul's mother
Noh Hee Ji (노희지) as Park Dae Ri

Sinopsis
Episode 22 [part 1] [part 2]
Episode 23 [part 1] [part 2]
Episode 29 [part 1] [part 2]

Rabu, 19 September 2012

Sinopsis Dream High 2



Title : 드림하이 시즌2 / Dream High (Season 2)
Chinese Title : 星梦高飞2 / 追梦高中2
Genre : School, musical, comedy, romance
Episodes : 16
Related Series : Dream High Series



Main Cast
Kang Sora as Starfish / Shin Hae Sung
JB as JB / Jang Woo Jae
JinWoon as Janet / Jin Yoo Jin
Ji-yeon as Rian / Lyan / Lee Ji Kyung (Hershe member)
Hyorin as Nana / Kim Jae Hee (Hershe member)
Park Seo Joon as Si Woo / Rain

Kirin's Students
Ailee as Ailee (Hershe member)
Jr. as Jung Ui Bong
Yu So Young as Park Soon Dong / Pak Shun Tong
Kim JiSoo as Park HongJoo
Jung Yun Ju as Lee Seul

Kirin's Teachers
Park Jin-young as Yang Jin Man (English Teacher)
Kwon HaeHyo as Joo Jung Wan (Principal)
Kim JungTae as Lee Kang Chul (President)
Choi Yeo Jin as Ahn Tae Yeon (Vocal Teacher)
Park Kahi as Hyun Ji Soo (Dance Teacher)

Cameos
Kim Soo-hyun as Song Sam Dong (ep 1)
IU as Kim Pil Sook (ep 1)
Toxic as band performing with Yoo Jin in Hongdae (ep 1)
MYNAME as OZ Entertainment Agency's idol group (ep 2)
Boyfriend as themselves (ep 2)
PSY as trainer coach (ep 5)
YeEun as Park Ye Eun(herself) (ep 9)
miss A as themselves (ep 15)

Other Casts
Yoon Hee Suk as Shin Jae In
Hwang Mi Sun as Rian's mother
Jung Kyu Soo as Hae Sung's father
No Jung Ui as Shin Hae Poong (Hae Sung's sister)


Plot

Dream High Season 2 follows a group of students at the Kirin High School of Art stars who pursue their dream of becoming K-pop idol stars. The group of students in Dream High Season 2 deal with a completely new group of students.

In Season Two, after going into financial bankruptcy, the Kirin High School of Art is taken over by Oz Entertainment. The company then transfers its own young in-training idol stars to Kirin High to circumvent a law requiring under-age entertainers to study for a set amount of time. Competition then brews between the troubled students at Kirin High School of Art and the newly transferred in-training idol stars from Oz Entertainments.

Shin Hae Sung (Kang Sora) enters the Kirin High School of Art with a high written exam score, but a poor performance score. She meets fellow students, Jin Yoo Jin (Jung Jin-woon) and JB who she later be friends. Yoo Jin, who originally got into the entertainment industry as a child actor, is now troubled by his dreams of becoming a pop star, as he tries to cope the pain of his parent's divorce.

JB, a member of a famous group "I:dn", develops feelings for Hae Sung and later on dates her.

Rian (JiYeon), a member of a famous k-pop group "Hershe", chases after her ex-boyfriend, JB. Meanwhile, Yoo Jin (Jinwoon), who also likes Hae Sung, together with Rian, try to separate the couple. Later on, Rian and Yoo Jin give up their feelings and Hae Sung and JB end up just as friends.


Jumat, 06 Juli 2012

Temples in Dieng


Selain telaganya yang indah, obyek wisata Dieng juga mempunyai beberapa bangunan candi yang menurut prasasti candi-candi tersebut dibangun pada abad ke-7. Inilah candi-candi Hindu tersebut.
·         Candi Gatotkaca
Tinggi batur Candi Gatotkaca sekitar 1 meter dan dibuat bersusun dua dengan bentuk dasarnya adalah bujur sangkar. Pintu masuk candi ini terdapat di sisi barat dan dilengkapi dengan bilik penampil yang melindungi anak tangga di batur. Sepintas candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat karena bentuk atapnya yang dibuat sama dengan bentuk tubuh candinya. Karena puncak atapnya yang sudah hancur, bentuk asli dari candi ini tidak terlihat lagi. Di keempat sisi atap candi terdapat relung kecil seperti tempat menaruh arca. Dan tidak jauh di luar kaki candi terdapat batu yang disusun berkeliling memagari kaki candi.

·         Candi Bima
Candi Bima terletak di atas bukit. Candi ini merupakan bangunan candi terbesar di antara candi-candi yang ada di Dieng. Bentuknya juga berbeda dari candi-candi pada umumnya. Kaki candinya memiliki bentuk dasar bujur sangkar dan di setiap sisi candi terdapat penampil yang agak menonjol keluar. Hal itu membuat bentuk dasar Candi Bima seolah-olah berbentuk segi delapan. Bentuk atap candi ini terdiri atas 5 tingkat yang masing-masing tingkat bentuknya mengikuti lekuk bentuk tubuhnya.dan bentuk tingkatnya makin ke atas makin mengecil. Namun, puncak atapnya sudah hancur sehingga sudah tidak diketahui lagi bentuk aslinya.

·         Candi Arjuna
Candi Arjuna berbentuk dasar persegi dengan luas sekitar 4 m2. Pintu masuk candi ini berada di sisi barat. Di atas ambang pintu masuk candi dihiasi dengan pahatan Kalamakara. Pada dinding luar sisi utara, selatan, dan barat terdapat susunan batu yang menjorok ke luar dinding yang membentuk bingkai sebuah relung tempat meletakkan arca. Atap candi ini berbentuk kubus bersusun yang semakin ke atas semakin mengecil. Namun, bagian atas dan puncak atap sudah hancur. Di setiap sisi masing-masing kubus terdapat relung dan di setiap sudut terdapat hiasan berbentuk seperti mahkota bulat berujung runcing yang sebagian besarnya sudah rusak.


·         Candi Semar
Candi Semar terletak berhadapan dengan Candi Arjuna. Bentuk dasar candi ini berbentuk persegi empat membujur arah utara-selatan. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm, polos tanpa hiasan. Pintu masuk ke dalam candi ini terletak di sisi timur dan tidak dilengkapi bilik penampil. Di ambang pintu terdapat bingkai dengan hiasan pola kertas tempel dan kepala naga di pangkalnya. Atap candi berbentuk limas dan tanpa hiasan. Namun, puncak atapnya sudah hilang, sehingga tidak diketahui lagi bentuk aslinya. Konon, Candi Semar pernah digunakan sebagai gudang untuk menyimpan senjata dan perlengkapan pemujaan.

·         Candi Sembrada
Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm dengan bentuk dasarnya bujur sangkar. Pintu masuk candi ini terletak di sisi barat dan dilengkapi dengan bilik penampil. Dengan adanya bilik penampil tersebut dan relung di ketiga sisi lainnya membuat bentuk tubuh candi ini tampak seperti poligon. Di halaman candi terdapat batu yang ditata sebagai jalan setapak menuju pintu masuk. Sepintas, Candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat, karena atapnya yang berbentuk kubus dan ukurannya hampir sama dengan ukuran tubuhnya. Seperti candi-candi yang lain, puncak atap candi ini juga sudah hancur.

·         Candi Srikandi
Candi Srikandi terletak di sebelah utara Candi Arjuna. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm dengan dasarnya berbentuk kubus. Pintu masuk candi ini terdapat di sisi timur dan dilengkapi dengan bilik penampil. Pada dinding utara terdapat pahatan yang menggambarkan Dewa Wisnu, pahatan pada dinding timur menggambarkan Dewa Syiwa, dan pahatan yang terdapat pada dinding selatan menggambarkan Dewa Brahma. Namun sebagian besar pahatan-pahatan tersebut sudah rusak dan atap candinya pun juga sudah rusak.

·         Candi Dwarawati
Bentuk candi ini mirip dengan Candi Gatotkaca, yaitu dengan bentuk dasar segi empat dengan penampil di keempat sisinya. Tinggi batur candi ini sekitar 50 cm. Pintu masuk candi terletak di sisi barat dan polos tanpa pahatan. Pada pertengahan dinding tubuh candi di sisi utara, timur, dan selatan terdapat bilik penampil yang menjorok keluar membentuk relung tempat meletakkan arca, namun saat ini ketiga relung tersebut dalam keadaan kosong tanpa arca. Bentuk atap candi ini dibuat sama dengan bentuk tubuhnya, sehingga sepintas candi ini terlihat seperti bangunan bertingkat. Di keempat sisi atap candi terdapat relung tempat meletakkan arca, namun saat ini relung-relung tersebut juga dalam keadaan kosong. Bentuk asli puncak atap candi ini juga tidak diketahui lagi karena puncak atap tersebut sudah tak tersisa lagi.

·         Candi Puntadewa

Seperti candi-candi lainnya, ukuran Candi Puntadewa tidak terlalu besar, namun candi ini tampak lebih tinggi. Candi ini berdiri di atas batur bersusun setinggi sekitar 2,5 m. Tangga menuju pintu masuk ke dalam candi dilengkapi pipi candi dan dibuat bersusun dua. Atap candi ini berbentuk kubus besar dan puncak atapnya juga sudah hancur. Di depan candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk bujur sangkar. Di sebelah utara candi terdapat batu yang disusun berkeliling membentuk ruangan berbentuk persegi panjang yang di tengah-tengah ruangannya terdapat dua buah batu berbentuk mirip tempayan yang lebar.

Kamis, 05 Juli 2012

Indahnya Telaga-Telaga di Obyek Wisata Dieng


Dieng tidak hanya terkenal karena hasil pertaniannya, namun juga karena obyek wisatanya, salah satunya adalah telaga. Sebenarnya, Dieng memiliki banyak telaga namun yang terkenal hanya tiga, diantaranya: Telaga Warna, Telaga Pengilon, dan Telaga Merdada.

·         Telaga Warna
Dikatakan telaga warna karena telaga ini sering memunculkan nuansa warna merah, hijau, biru, putih, dan lembayung. Dan setelah diteliti secara ilmiah, nuansa-nuansa warna tersebut muncul karena Telaga Warna memiliki kandungan sulfur yang sangat tinggi. Meski begitu telaga ini tetap indah dipandang mata.


·         Telaga Pengilon
Telaga Pengilon terletak disebelah Telaga Warna dan diantara kedua telaga ini dibatasi oleh rerumputan yang berbentuk seperti rawa kecil. Telaga ini disebut juga dengan Telaga Cermin, karena dalam Bahasa Indonesia, ngilo berarti bercermin. Uniknya, telaga ini mempunyai air yang jernih seperti tidak tercampur dengan belerang dan berkilau-kilau seperti cermin.

·         Telaga Merdada
Telaga Merdada merupakan telaga terbesar di antara telaga-telaga yang ada di dataran tinggi Dieng. Karena airnya yang tidak pernah surut, Telaga Merdada dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian bagi warga di sekitarnya. Bahkan telaga ini juga dijadikan sebagai tempat pemancingan untuk para pemancing yang ingin menyalurkan hobinya. Para wisatawan juga bisa berkeliling di Telaga Merdada dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.

Nah, menarik bukan telaga-telaga di Dieng ini? Jadi, kalau kalian sedang berlibur ke dataran tinggi Dieng, jangan lupa untuk menyempatkan diri mengunjungi telaga-telaga yang menakjubkan tersebut yaaa....

Jumat, 29 Juni 2012

Tahi Lalat pada Tubuh Wanita


 Ø  Kening kiri : menerima, ikhlas, sabar.

 Ø  Kening kanan : baik hati, ingat akan hal-hal masa lalu.

 Ø  Pelipis kiri : banyak yang mencintai.

 Ø  Pelipis kanan : sering mencintai orang lain.

 Ø  Kelopak mata kanan : dapat memikat pria.

 Ø  Kelopak mata kiri : selalu patuh dan taat.

 Ø  Kelopak mata bawah kanan : sering bersedih hati.

 Ø  Kelopak mata bawah kiri : selalu minta harta.

 Ø  Bibir kiri atas : bijaksana, tegas sikapnya.

 Ø  Bibir kiri bawah : banyak bicara, sukar dikalahkan.

 Ø  Bibir kanan atas : mudah berjanji.

 Ø  Bibir kanan bawah : gemar berjanji/bersumpah, besar kemauannya.

 Ø  Ubun-ubun : sering mendapat ilham.

 Ø  Kepala kanan : banyak rejeki.

 Ø  Kepala kiri : bisa berkedudukan tinggi.

 Ø  Ujung hidung : setia kepada suami.

 Ø  Hidung kanan : dapat kaya.

 Ø  Hidung kiri : mudah memikat hati.

 Ø  Alis kanan : sabar dan menerima.

 Ø  Alis kiri : selalu rela dan gemar memberi.

 Ø  Telinga kiri : mudah tersinggung.

 Ø  Telinga kanan : mudah marah-marah, kurang sabar.

 Ø  Di antara dua alis : bijaksana, sabar, dapat menyimpan rahasia.

 Ø  Bahu kanan : tahan menderita.

 Ø  Bahu kiri : gemar melakukan tugas berat.

 Ø  Dada kanan : banyak sahabat.

 Ø  Dada kiri : banyak yang mencintai.

 Ø  Payudara kanan : dapat menjadi pengasuh yang baik.

 Ø  Payudara kiri : cinta anak dan keluarga.

 Ø  Perut kanan : betah menderita.

 Ø  Perut kiri : selalu minta diperhatikan.

 Ø  Dekat pusar : serba halus perasaannya.

 Ø  Pantat kanan : dapat menduduki jabatan-jabatan penting.

 Ø  Pantat kiri : bisa berbakat seniwati.

 Ø  Dekat farzi : menyimpan rahasia wanita.

 Ø  Paha kanan : gemar prihatin, berpuasa.

 Ø  Paha kiri : merasa ringan segala pekerjaan.

 Ø  Lutut kanan : bakti orang tua/suami.

 Ø  Lutut kiri : maunya disanjung-sanjung.

 Ø  Betis kanan : inginkan yang lebih tinggi.

 Ø  Betis kiri : banyak kemauan yang indah-indah dan tahan menderita.

 Ø  Tumit kaki kanan : betah menderita.

 Ø  Tumit kaki kiri : selalu mengandalkan suami/hartanya.

 Ø  Telapak kaki kanan : tak mudah putus asa.

 Ø  Telapak kaki kiri : giat bekerja.

 Ø  Jari tangan kanan : suka menolong.

 Ø  Jari tangan kiri : selalu tepat bekerjanya.

 Ø  Telapak tangan kanan : dapat menyimpan harta.

 Ø  Telapak tangan kiri : kalau berdagang sering beruntung.

 Ø  Ibu jari tangan kanan : dapat menguasai.

 Ø  Ibu jari tangan kiri : sering berhasil cita-citanya.

Rabu, 27 Juni 2012

Dolalak Dance from Purworejo


I will explain to you about “Dolalak”...

Dolalak adalah tarian tradisional yang berasal dari Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Ternyata, selain meninggalkan tempat bersejarah, Belanda juga meninggalkan kesenian tarian tradisional kepada Indonesia khususnya Purworejo. Yap! Tarian Dolalak ini merupakan peninggalan pada masa penjajahan Belanda. Konon katanya, awal kata Dolalak berasal dari not lagu Do dan La karena pada mulanya Tarian Dolalak hanya diiringi dengan alat musik dua nada. Namun, pada saat ini, tarian Dolalak sudah diiringi dengan alat musik yang lebih modern dan lagu-lagunya pun sudah beragam dan bervariasi.

Tau gak sih? Pada mulanya penari Dolalak adalah para lelaki yang berseragam hitam dan bercelana pendek, menirukan seragam tentara Belanda pada zaman dulu. Namun, saat ini kebanyakan penari Dolalak adalah para remaja putri dengan menggunakan seragam-seragam yang dimodifikasi. Satu kelompok penari Dolalak terdiri dari 12 orang penari yang satu gender (laki-laki semua atau perempuan semua). Seragam yang mereka kenakan berupa topi pet (seperti topi petugas stasiun kereta), rompi hitam, celana hitam, kacamata hitam, dan kaos kaki. Karena para penari Dolalak ini akan menari di atas tikar, maka mereka tidak membutuhkan sepatu sebagai alas kaki mereka.

Yang unik dari tarian Dolalak ini adalah beberapa penari Dolalak bisa mengalami trance, yaitu kondisi dimana mereka tidak sadar karena sudah begitu larut dalam tarian dan musik. Tidak sadar disini bukan berarti mereka pingsan, tetapi mereka seperti tidak menyadari apa yang mereka lakukan. Biasanya penari yang mengalami trance akan diminta untuk memakan padi, tebu, kelapa, dsb.

Tarian Dolalak ini cukup populer di kalangan generasi muda. Karena Pemerintah Daerah Purworejo terus berusaha mengembangkan dan melestarikan kesenian asli daerah Purworejo ini dengan cara selalu menampilkan tarian ini dalam event-event, seperti Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia, Jambore Pramuka, pertunjukkan budaya antardaerah, dsb. Dan hebatnya lagi, tarian ini sudah melanglang buana ke beberapa negara di Asia dan Eropa.

Selasa, 26 Juni 2012

Jatijajar Cave


Assalamu'alaikum, readers....
I will explain all about Jatijajar Cave to all of you... 


Gua Jatijajar merupakan sebuah tempat pariwisata yang berupa gua alam yang terletak di Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua ini terbentuk dari batu kapur. Gua ini mempunyai panjang 250 meter dari pintu masuk ke pintu keluar dengan lebar rata-rata 15 meter dan tinggi 12 meter. Ketebalan langit-langit gua ini adalah rata-rata 10 meter dan ketinggiannya sekitar 50 meter dari permukaan air laut.

Awalnya Gua Jatijajar ditemukan oleh seorang petani yang bernama “Jayamenawi” yang memiliki tanah di atas gua tersebut. Begini lho ceritanya! Pada suatu ketika Jayamenawi sedang mengambil rumput, namun  dia terjatuh ke dalam sebuah lubang yang ternyata adalah sebuah lubang ventilasi yang ada di langit-langit gua itu. Lubang ini mempunyai diameter 4 meter dengan tinggi 24 meter dari tanah yang ada dibawahnya. Pada mulanya pintu gua masih tertutup oleh tanah. Setelah tanah yang menutupi pintu gua tersebut dibongkar dan dibuang, maka ditemukanlah pintu gua yang sekarang digunakan sebagai pintu masuk. Karena di depan pintu gua ada dua pohon jati yang tumbuh besar dan sejajar, maka gua tersebut diberi nama “Gua Jatijajar”.

In 1975, Gua Jatijajar di bangun dan dikembangkan menjadi sebuah obyek wisata. Ide pengembangan atau pembangunan Gua Jatijajar berasal dari Bapak Suparjo Rustam, Gubernur Jawa Tengah. Di dalam Gua Jatijajar ditambah dengan bangunan-bangunan antara lain: pemasangan lampu listrik sebagai penerangan, trap-trap beton untuk memberikan kemudahan bagi para wisatawan yang masuk ke dalam Gua Jatijajar serta pemasangan patung-patung atau diorama. Di dalam Gua Jatijajar terdapat 8 diorama, dan 32 buah patung. Diorama atau patung-patung tersebut mengandung cerita legenda dari Raden Kamandaka – Lutung Kasarung. Konon, pada zaman dahulu kala Gua Jatijajar pernah digunakan untuk bertapa oleh Raden Kamandaka, Putera Mahkota dari Kerajaan Padjajaran.


Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 sungai atau sendang, namun yang dapat dijangkau dengan mudah hanya 4 sendang, yaitu: Sendang Puser Bumi, Sendang Jombor, Sendang Mawar, dan Sendang Kantil. Konon, air pada Sendang Puser Bumi dan Sendang Jombor mempunyai khasiat yaitu dapat digunakan untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan air pada Sendang Mawar bisa membuat awet muda jika digunakan untuk mandi atau cuci muka. Dan jika kita menggunakan air pada Sendang Kantil untuk mandi atau cuci muka, maka niat/cita-cita kita akan mudah tercapai.

Di dalam Gua Jatijajar juga terdapat stalagmit dan Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara stalagtit dan stalagmit. Kesemuanya itu terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan betu-betu kapur. Menurut penelitian para ahli, pembentukan stalagtit dibutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun, pembentukan stalagtit yang paling tebal hanyalah setebal 1 cm saja. Bisa dibayangkan seberapa tuanya Gua Jatijajar saat ini. Karena usianya yang sudah tua itu, maka di muka Gua Jatijajar dibangun sebuah patung binatang purba, Dino Saurus. Dari mulut patung Dino Saurus itu keluar air yang berasal dari Sendang Kantil dan Sendang Mawar yang tidak pernah kering sepanjang tahunnya.


Untuk dapat menikmati tempat wisata yang terbuat dari batuan alami ini, Anda hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp 5000..

www.gunadarma.ac.id

Pengaruh Warna pada Wanita

merah : berani berbuat, pantang mundur.

hitam : mempunyai dua sifat, berbudi baik dan dapat berubah sebaliknya. sering gelap pikirannya, tetapi sering juga hidup tenang.

biru : sifatnya selalu menghendaki keadilan.

hijau : sifatnya tenang dan berserah diri mau menerima apa adanya.

putih : selalu berbuat kebajikan. dan tidak suka perbuatan-perbuatan yang mungkar.

kuning : hati selalu berdebar-debar dan penuh kegembiraan.

ungu : kepentingan sendirilah yang selalu dipikirkan, tanpa memikirkan kepentingan bersama. sifatnya tidak sosial, kikir terhadap orang sesamanya.

Selasa, 29 Mei 2012

Benteng Van Der Wijck



Benteng Van Der Wijck dibangun pada awal abad 19 atau tepatnya pada tahun 1818, bersamaan dengan meluasnya pemberontakan Diponegoro. Ternyata pemberontakan ini sangat merepotkan pemerintah kolonial Belanda karena pada saat itu Pangeran Diponegoro didukung oleh beberapa tokoh elit di Jawa bagian Selatan. Oleh karena itu, pemerintah kolonial Belanda menerapkan taktik Benteng Stelsel dengan membangun benteng-benteng di daerah yang dikuasainya. Tokoh yang memprakarsai pendirian benteng ini adalah Gubernur Jenderal Van den Bosch dengan tujuan sebagai tempat pertahanan sekaligus tempat penyerangan.


Benteng Van Der Wijck terletak di Gombong, Jawa Tengah. Luas benteng ini sekitar 3.606 m2 dengan tinggi 9,67 m. Dilihat dari bentuk bangunannya, pembangunan benteng ini sezaman dengan Benteng Willem di Ambarawa dan Prins Oranje di Semarang yang kini sudah hancur. Pada awal didirikan, benteng ini diberi nama Fort Cochius atau Benteng Cochius yang diambil dari nama salah seorang perwira militer Belanda yaitu Frans David Cochius. Nama Van Der Wijck sendiri merupakan nama salah seorang perwira militer Belanda yang pernah menjadi komandan di benteng tersebut.

Di dalam Benteng Van Der Wijck terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing sekitar 7,5 x 11,32 m yang dulunya digunakan sebagai asrama tentara Belanda dan sebagai tempat pelatihan prajurit PETA (Pembela Tanah Air) pada zaman pendudukan Jepang. Sedangkan bagian utama benteng digunakan sebagai gudang penyimpanan bahan makanan, senjata, dan amunisi. Benteng ini berbentuk segi delapan dan memiliki dua lantai. Bagian atap benteng terdapat bangunan yang berfungsi sebagai tempat pengintaian.


Benteng Van Der Wijck dengan dominasi warna merah ini cukup mencolok diantara bangunan lain, namun tersamar dari jalan utama karena gerbang masuk lokasi wisata ini cukup jauh dari pintu gerbang benteng. Oleh karena itu, pihak pengelola benteng ini menyediakan kereta api mini yang akan mengantarkan pengunjung dari gerbang utama mengelilingi objek wisata bersejarah ini. Di dalam benteng tersebut pungunjung bisa melihat beberapa foto dokumentasi seputar bentuk asli bangunan benteng saat ditemukan dan tahap-tahap pemugaran yang telah dilakukan terhadap benteng tersebut. Ruangan-ruangan bekas barak militer, asrama, pos jaga juga bisa dilihat didalam benteng dan semuanya dalam keadaan rapi dan bersih. Di bagian luar benteng juga ditempeli “Sebelum masuk benteng sebaiknya anda berdoa sejenak menurut kepercayaan masing-masing.”


Awalnya Benteng Van Der Wijck adalah milik TNI, tetapi pada tahun 1998 benteng ini diserahkan untuk dikelola oleh pihak swasta. Pada tahun 2000, benteng ini direnovasi dan dibangun sarana permainan anak-anak, gedung pertemuan, dan hotel. Barak-barak tentara dibangun menjadi hotel-hotel tanpa mengubah bentuk aslinya karena pihak TNI tidak memperbolehkan untuk mengubah bentuk asli dari benteng tersebut. Namun, hotel yang terdapat didalam benteng ini tidak dibuka untuk umum, kecuali pada Tahun Baru atau Lebaran. Benteng ini sering digunakan untuk seminar, diklat, acara wedding juga bisa dilakukan di gedung pertemuan. 

Untuk menikmati catatan perjalanan sejarah di Benteng Van Der Wijck, Anda cukup membayar Rp 4000 pada weekday dan Rp 5000 di hari libur.


www.gunadarma.ac.id

Selasa, 06 Maret 2012

Dream High (드림하이)




Title: 드림하이 / Dream High
Genre: School, drama, comedy, romance
Episodes: 16
Broadcast network: KBS2


Main Cast
Suzy as Go Hye Mi
Kim Soo Hyun as Song Sam Dong
Taecyeon as Jin Gook / Hyun Shi Hyuk
Ham Eun Jung as Yoon Baek Hee
Wooyoung as Jason
IU as Kim Pil Sook


Kirin's Teachers
Uhm Ki Joon as Kang Oh Hyuk
Lee Yoon Ji as Shi Kyung Jin
Park Jin Young as Yang Jin Man (English teacher)
Lee Byung Joon as Shi Bum Soo (Principal)
Lee Yoon Mi as Maeng Seung Hee
Baek Won Kil (백원길) as Gong Min Chul
Bae Yong Joon as Jung Ha Myung (President) (ep 1-4)
Joo Young Hoon (주영훈) as composing teacher (ep 11)

Kirin's Students
Jun Ah Min as Jo In Sung (Jin Gook's friend)
Jung Min Joo as Jung Ah Jung
Han Ji Hoo as Park Do Joon (sunbae)
Yoon Young Ah as Lee Ri Ah
Park Jin Sang (박진상) as Jun Tae San (sunbae)
Kim Bo Reum as Ha So Hyun (sunbae)


Extended cast
Ahn Kil Kang as Ma Doo Shik
Ahn Sun Young as Kang Oh Sun (Oh Hyuk's older sister)
Ahn Seo Hyun as Go Hye Sung (Hye Mi's little sister)
Park Eun Bin as 16 year old Hye Sung (ep 16)
Lee Hye Sook as Song Nam Boon (Sam Dong's mother)
Choi Il Hwa as Hyun Moo Jin (Jin Gook's father)
Park Hyuk Kwon as Go Byung Jik (Hye Mi's father)
Park Hwi Soon as Jin Gook's roommate (ep 1,2,5)

Cameos
Jo Soo Mi (조수미) as herself (ep 1)
Kim Hyun Joong as himself (ep 1)
Nichkhun as Ri Ah's CF partner (ep 8)
Hwang Chan Sung as Oh Sun's imaginary boy (ep 12)
Lee Teuk as himself (ep 13)
Eun Hyuk as himself (ep 13)
Miss A as flash mob dancers (ep 16)
2AM as flash mob dancers (ep 16)
Dal Shabet as Baek Hee's Kirin students (ep 16)




Sinopsis